Penyakit pada tanaman kentang merupakan problem dalam pertanian, di mana juga berhubungan dengan hama pada tanaman. Kentang sendiri merupakan tanaman dengan peluang besar untuk dibudidayakan di Indonesia. Kentang juga merupakan makanan pokok yang digunakan sebagai pola diet bagi masyarakat perkotaan di Indonesia. Namun produktifitas tanaman kentang lebih rendah dari Negara eropa, disebabkan pertanian Indonesia masih terkendala sulitnya mendapat bibit unggul, serta hama dan penyakit pada tanaman kentang yang seringkali muncul.

Sebenarnya penyakit pada tanaman kentang bisa diatasi dengan memunculkan predator alami untuk menanggulangi hama penyebab penyakit, melakukan pemuliaan varietas resisten penyakit, menanam dengan bibit unggul, melakukan rotasi tanaman serta memupuk dengan pupuk organik dapat mencegah terjadinya hama serta penyakit pada tanaman. Tetapi kalau usaha ini tidak dilakukan di awal, memang akan ada saja penyakit terjadi.

Lantas, sebenarnya apa saja penyakit yang perlu diwaspadai pada tanaman kentang. Berikut ini adalah 3  penyakit yang biasa terjadi pada tanaman kentang.

Penyakit Busuk Daun

Penyakit Busuk Daun / Late Blight (potatopro.com)

Menurut FAO, penyakit ini adalah penyakit paling serius di seluruh dunia pada tanaman kentang. Penyakit busuk daun disebabkan oleh jamur air, yaitu Phytophthora infestans, yang dapatmenghancurkan daun, batang dan umbi. Penyakit ini, menurut Direktorat Perlindungan Hortikultura, sering terjadi di daerah sentra tanaman kentang dataran tinggi yang bersuhu rendah namun kelembabannya tinggi. Biasanya penyakit ini timbul di usia 5 – 6 minggu setelah tanam. Di dataran tinggi pulau jawa, penyakit ini harus diwaspadai pada musim hujan antar bulan Desember hingga Februari.

Ciri-ciri penyakit ini yaitu bercak coklat atau abu-abu dan biasanya di tengahnya agak basah, jika dilihat secara fisik agak mirip dengan daun yang terbakar. Jika menemukan tanaman kentang dengan ciri seperti ini, segera pangkas daun tersebut dan musnahkan untuk menghindari infeksi menyebar.

Penyakit Layu Bakteri

forestryimage.org

Gejala penyakit berikutnya adalah penyakit layu bakteri. Seperti namanya yaitu penyakit layu, tanda penyakit ini tentu saja ketika ada muncul layu pada daun tanaman, dan  pembuluh batang kentang yang kemudian berwarna cokelat, serta mengeluarkan lendir saat ditekan. Bakteri Ralstonia solanacearum adalah biang kerok dari penyakit ini. Bakteri ini disinyalir oleh FAO sebagai penyebab penyakit yang menyebabkan kerugian parah di daerah tropis, subtropis dan beriklim sedang.Biasanya terjadi pada tanaman yang berusia kurang dari 6 minggu. Sekali lagi seperti namanya penyakit layu, penyakit ini akan membuat tanaman layu dengan sangat cepat, seiring pertumbuhan dari bakteri tersebut.

Direktorat Perlindungan Hortikultura menyarankan agar petani hanya menggunakan bibit umbi yang sehat. Bagaimana pun juga bibit umbi adalah kunci dari ketahanan penyakit. Selain itu, melakukan rotasi tanaman, serta pengolahan tanah yang seminimal mungkin akan menghindarkan penyakit tersebut.

Infeksi Virus

Mozaic virue (forestryimage.org)

Penyakit pada tanaman kentang juga dapat disebabkan oleh infeksi virus. Berdasarkan jurnal pertanian, berikut ini adalah virus-virus pada tanaman kentang antara lain yaitu  potato virus Y (PVY), potato virus X  (PVX), dan potato virus S  (PVS)  di mana virus-virus ini bisa menyebabkan tanaman kentang memiliki gejala infeksi virus seperti nekrosis, mosaik, klorosis, penebalan warna hijau di sekitar pertulangan daun, pemucatan tulang daun, belang, pengerutan daun, hingga pengerdilan tanaman.

Penyakit virus pada tanaman kentang ini tidak bisa diobati. Jadi, penanggulangan yang harus dilakukan adalah menanggulangi hama penyebar infeksi virus tersebut. Penyebaran virus ini bisa terjadi oleh sentuhan antar tanaman, dapat pula infeksi dari tanah, serta hama serangga.

Kira-kira itulah 3 penyakit yang perlu diwaspadai pada tanaman kentang. Dengan mengenal jenis-jenis penyakit, kita dapat melakukan upaya pencegahan. Selain penyakit, hal lain yang harus diwaspadai dalam pertanian kentang yaitu hama, yang juga sumber pengrusakan tanaman serta dapat menjadi media penyebaran penyakit sekaligus.