Dibandingkan dengan produk investasi lain, investasi produk pertanian cenderung memiliki keuntungan yang lebih bagi para investor. Investasi produk pertanian tidak hanya mendatangkan keuntungan ekonomi, tetapi juga keuntungan sosial hingga ekologis. Jika Anda ingin berkecimpung dalam investasi ini alangkah baiknya untuk mengenal terlebih dahulu produk investasi yang biasanya ditawarkan. Secara umum dikenal empat produk yang biasanya dijadikan sebagai lahan investasi, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

Investasi Produk Tanaman Pangan

icon0.com

Investasi produk tanaman pangan yang biasa ditawarkan mencakup kebutuhan dasar yang biasanya dikonsumsi masyarakat seperti padi, jagung, kedelai, kacang-kacangan, ubi kayu, dan ubi jalar. Masa panen tanaman pangan cenderung bisa diprediksi, yaitu antara dua hingga tiga bulan. Dengan demikian, para investor dapat mengetahui kapan keuntungan dapat diperoleh dan berapa banyak jumlah panen yang dapat dilakukan.

Investasi Produk Tanaman Hortikultura

icon0.com

Tanaman hortikultura merupakan tanaman yang dibudidayakan yang terdiri atas budidaya tanaman buah, tanaman bunga umumnya bunga hiasan), sayuran, tanaman obat-obatandan lain-lain. Dibandingkan produk tanaman pangan, hortikultura memiliki periode panen yang lebih variatif. Hal ini disebabkan tanaman hortikultura memiliki turunan tanaman yang lebih banyak dibandingkan dengan kategori tanaman lain. Walaupun begitu, kondisi ini justru memberikan keuntungan yang lebih kepada investor karena mereka bisa menyesuaikan kondisi keuangan yang dimiliki dengan produk investasi tanaman hortikultura yang dipilih.

Investasi Produk Tanaman Perkebunan

pixabay.com

Indonesia secara umum memiliki banyak lahan perkebunan yang layak dijadikan sebagai tempat untuk berinvestasi. Tanaman kelapa, kopi, tebu, teh, dan kapas adalah beberapa tanaman yang umum dipilih untuk dijadikan sebagai alternatif pilihan investasi. Namun, para investor harus memperhatikan bahwa ketika menginvestasikan uang dalam produk ini masa panen yang dimiliki cenderung lebih lama. Tetapi, kelebihan yang dimiliki adalah produknya dapat dipanen berkali-kali.

Investasi Produk Peternakan

Artem Beliaikim

Produk daging, telur, susu, unggas, sapi, dan lain-lain merupakan salah satu bentuk investasi yang menjadi pilihan para investor ketika memilih produk pertanian. Selain pasar yang cukup luas karena menjadi produk pokok masyarakat, masa panen produk ini juga dapat diprediksi. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor sebab dapat mengetahui kira-kira kapan keuntungan dapat diperoleh.

Empat produk investasi pertanian di atas memiliki kelebihannya masing-masing bagi para investor. Walaupun begitu, ada beberapa hal yang harus juga diperhatikan ketika hendak berinvestasi dalam bidang pertanian selain jenis produk dan masa panen, yaitu akad kerja sama, periode kontrak, lokasi, dan mitra tani.

Akad kerja sama penting untuk dipahami sejak awal karena akan menentukan keuntungan yang diperoleh baik oleh investor maupun pengelola. Jika menggunakan investasi syariah, terdapat tiga akad yang umum dilakukan di antaranya kerja sama (musyarokah), sewa-menyewa (ijarah), dan akad bagi hasil (mudharabah). Hal ini akan berimplikasi pada keuntungan yang diperoleh di akhir masa panen.

Periode kontrak penting untuk diketahui kapan waktu panen yang dibutuhkan dan berapa kali panen tersebut dapat dilakukan.

Lokasi menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan panen. Pastikan lokasi yang dipilih cocok dengan masa pertumbuhan tanaman.

Mitra Tani merupakan ujung tombak di lapangan. Pastikan Anda mengetahui siapa saja yang menjadi mitra tani. Hal ini penting untuk dilakukan agar ketika terjadi permasalahan Anda dapat dengan mudah berdiskusi dengan para mitra tersebut.


Referensi

https://majalahkonsultan.com/melirik-peluang-investasi-di-bidang-agribisnis/