Problem utama dalam pertanian kentang di Indonesia adalah sulitnya mendapat bibit unggul, sehingga seringkali pertanian kentang terserang hama dan penyakit. Menggunakan pestisida maupun obat-obatan kimia tidak dianjurkan, karena justru seringkali berdampak buruk. Alih-alih mengatasi hama dan penyakit pada kentang, pestisida berlebihan bisa jadi menambah penyakit pada tanaman kentang. Pestisida juga bisa mematikan serangga tertentu yang justru membuat meningkatnya populasi hama lainnya.

Meningkatkan produksi kentang, tentu harus diiringi dengan keamanan dari produsen, konsumen, serta lingkungan terkait. Berikut ini adalah tips mengendalikan hama dan peyakit pada kentang, daripada harus mengggunakan pestisida dan obat-obat kimia lain pada tanaman.

Cegah dengan Predator Hama Alami

Tidak semua serangga yang hidup di ladang sifatnya berbahaya atau merusak. Ada juga jenis serangga yang justru menjadi musuh alami bagi hama perusak tanaman. Penggunaan pestisida dan obat-obatan kimia itu tidak dianjurkan, karena dikhawatirkan ikut membasmi serangga yang baik ini. Lantas yang terjadi kemudian adalah ketidakseimbangan jenis organisme yang hidup di lahan tersebut. Pada akhirnya terjadi ledakan populasi jenis serangga yang kebanyakan merupakan hama perusak tanaman.

Nah, daripada kita jadi membasmi semua serangga gara-gara pestisida. Akan lebih baik kalau kita mencegah hama dengan membuat kondisi yang disukai oleh serangga predator hama ini. Salah satunya yaitu menanam bunga refugia seperti kenikir, bunga kertas, bunga matahari dan daun bawang.

Bunga matahari ini dapat mengundang serangga baik hati yaitu kumbang lady bug (Coccinellidae) yang memiliki ciri berbentuk bulat berwarna merah dengan binting hitam. Serangga ini aktif di pagi hingga sore hari dalam memagsa hama aphids.

Tanaman leguminosa seperti kacang kapri juga disukai serangga laba-laba kecil. Laba-laba kecil ini bisa jadi keberuntungan bagi petani, sebab dia dapat membuatkan perangkap di cabang-cabang tanaman. Jaring yang dibuat oleh laba-laba ini nantinya bisa memerangkap hama ngengat yang banyak berkeliaran di lahan. Selain itu bunga kacang kapri juga disukai oleh tawon yang terkadang juga memangsa ulat daun.

Ada juga serangga kumbang kepik daun dari family Pentatomidae yang merupakan musuh alami berbagai jenis macam ulat pemakan daun. Serangga jenis ini biasa berkembang biak dengan cara bertelur di daun tanaman leguminosa atau kacang-kacangan.  

Lakukan Rotasi Tanaman, Menanam Umbi Bergilir dengan Tanaman Lain

Rotasi tanaman sebenarnya merupakan langkah yang paling sederhana untuk menjaga produktifitas tanaman. Ini juga bisa sekaligus meningkatkan kesuburan tanah. Serangan hama dan penyakit pada tanaman yang bersumber dari tanah, paling banyak dialami oleh petani yang biasa membudidayakan satu jenis sayuran di lahan yang sama sepanjang tahun.

Perlu diingat, rotasi tanaman adalah dengan tanaman yang tidak satu keluarga. Kentang merupakan family tanaman Solanum. Jadi yang dimaksud dengan menanam tidak satu jenis ini adalah satu keluarga. Sehingga jika ingin menanam kentang, perlu diingat bahwa keluarga kentang itu termasuk tomat, cabe dan terong. Lahan bekas penanaman kentang apabila ditanami tomat, cabe atau terong maka akan lebih berisiko tinggi tertular penyakit yang sama, begitu pula sebaliknya. Jadi, untuk mencegah hama dan penyakit pada tanaman kentang, lakukanlah pergiliran tanaman dari jenis family yang lain seperti leguminosa atau kacang-kacangan.

Tanaman leguminosa ini termasuk tanaman yang sangat bermanfaat. Tanaman ini memiliki kemampuan mengikat nitrogen di udara sebagai sumber pupuk N yang dibutuhkan dengan bantuan bakteri rhizobium. Jika tanaman leguminosa ini mati, sistem perakarannya yang banyak mengandung bakteri rhizobium dan pupuk sumber N ini dapat dimanfaatkan oleh tanaman selanjutnya.

Pupuk Organik untuk Kualitas Tanah Lebih Baik

Berbeda dengan tanaman sayuran daun, kentang merupakan produk pertanian yang diambil hasil panennya berupa umbi. Untuk itu agar pertumbuhan umbi dapat optimal serta memiliki kualitas yang baik maka kondisi tanah harus benar-benar subur dan kaya akan unsur hara.

Pupuk organik yang berbahan baku dari kotoran ternak memiliki porositas dan kemampuan menyerap air yang tinggi. Sifat fisik yang dimiliki tersebut menjadikan tekstur tanah yang gembur. Organisme pengurai dapat berkembang biak dengan baik, yang pada akhirnya akan terbentuk suatu kondisi lingkungan tanah yang kaya akan unsur hara sehingga tanaman dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.

Keberadaan organisme pengurai memiliki andil dalam memecah senyawa pupuk yang masih kompleks menjadi lebih sederhana sehingga dapat diserap oleh akar tanaman. Lahan yang miskin hara akan menyebabkan tanaman tidak efisien dalam menyerap pupuk yang diberikan. Pada akhirnya setiap musim tanam dosis pupuk anorganik yang diberikan akan terus meningkat tanpa diiringi oleh hasil panen yang tinggi.

Jadi, kita bisa melihat bahwa menggunakan pupuk kimia sebenarnya tidaklah lebih baik dari menggunakan pupuk organik. Kualitas tanah yang baik, membuat lingkungan lebih baik dan mencegah hama serta penyakit pada tanaman kentang.