Saat memutuskan untuk mulai berinvestasi, pastikan Anda memilih jenis investasi yang tepat. Di mana, produk yang akan Anda pilih sudah sesuai dengan prioritas maupun target yang ingin dicapai, profil resiko serta jangka waktu yang diperlukan. Dengan memiliki rencana yang pasti, maka memilih jenis investasi yang sesuai akan jauh lebih mudah.

Banyaknya pilihan investasi memang bisa membuat kita salah dalam mengambil lagkah dalam berinvestasi. Sehingga, bukannya mendapat keuntungan, kita malah kehilangan uang dan waktu untuk berinvestasi. Lalu seperti apa kiat memilih investasi yang tepat?

Tetapkan Tujuan dan Prioritas

Pixabay

Anda pasti memiliki impian atau tujuan yang ingin dicapai. Bisa berupa melanjutkan studi, membeli rumah baru, kendaraan, tabungan pensiun ataupun bebas secara finansial. Tulislah tujuan dan prioritas Anda tersebut di dalam jurnal harian, sehingga Anda bisa menetapkan rencana untuk menggapainya.

Di antara banyak pilihan tersebut, tentunya ada skala prioritas mana saja yang ingin Anda dapatkan terlebih dahulu. Dari sini Anda bisa menentukan nominal target keuntungan yang perlu dicapai melalui program investasi.

Pahami Profil Resiko Anda

Pixabay

Setiap instrumen investasi memiliki resiko masing-masing. Seringkali besar kecilnya resiko tersebut sebanding dengan potensi keuntungan yang didapatkan. Supaya bisa memilih intrumen investasi yang tepat, maka pahami terlebih dahulu profil resiko Anda.

Setidaknya terdapat 3 golongan profil resiko, diantaranya;

Konservatif

Apabila Anda memilih untuk investasi di sektor yang minim resiko namun tetap menghasilkan keuntungan, maka Anda termasuk golongan investor konservatif atau pemula.

Contoh jenis investasi yang cocok bagi pemula di antaranya emas, dan obligasi . Return of investment yang bisa dapatkan berkisar antara 5-10% p.a. Khusus untuk program obligasi atau surat utang seperti Suku Ritel, dijamin 100% oleh Pemerintah, di samping itu juga menggunakan prinsip syariah. Jadi Anda tidak akan mengalami kerugian, statusnya pun terjamin kehalalannya apabila berinvestasi di Sukuk Ritel.

Moderat

Investor tipe ini ialah yang sudah mempunyai portfolio keuangan cukup baik dan siap menanggung resiko dari penurunan nilai investasi. Sesekali Anda akan mengalami kerugian, namun karena sudah tersedia dana cadangan, maka ke depannya Anda tetap dapat berinvestasi.

Reksadana dan Properti bisa menjadi pilihan yang tepat untuk berinvestasi bagi Anda yang memiliki profil resiko menengah ini.

Agresif

Dunia investasi saham, komoditas serta peer to peer lending bisa dikategorikan dalam produk investasi yang beresiko tinggi. Bahkan pada beberapa kasus, apabila tidak dilakukan analisis fundamental yang baik serta cadangan kapital atau dana yang cukup, maka Anda sebagai investor dapat mengalami kerugian atau kehilangan modal.

Namun, sektor investasi ini juga berpotensi menghasilkan keuntungan yang tinggi. Beberapa instrumen juga memberikan pilihan asuransi dan laporan keuangan yang terbuka, sehingga resiko kegagalan bisa diminimalisir. Di sini Anda pun bisa mendapatkan keuntungan antara 10-25% p.a, tergantung dari kondisi masing-masing intrumen investasinya.

Pilih Investasi Jangka Pendek atau Jangka Panjang

Pixabay

Investasi bisa mendatangkan keuntungan dalam waktu singkat maupun dalam jangka waktu yang lama. Setelah menentukan tujuan dari investasi serta batasan profil resiko, Anda tentunya sudah memiliki gambaran program investasi yang akan dipilih.

Untuk memutuskan pilihan jangka waktu tersebut, maka sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Sebagai catatan, pada investasi yang jangka pendek, Anda bisa segera merasakan keuntungan yang dihasilkan, namun resikonya tergolong besar. Sedangkan pada investasi jangka panjang, rata-rata keuntungan yang didapatkan lebih stabil, namun waktu yang diperlukan bisa berlangsung antara 5-10 tahun. Tentu saja resikonya juga jauh lebih rendah.