Kentang merupakan tanaman berbatang lunak yang menghasilkan umbi dari keluarga Solanum.  Tanaman lain yang masih satu kerabat dengan kentang diantaranya tomat, cabai dan terong.

Bagi kamu yang tinggal di dataran tinggi atau pegunungan, tanaman kentang yang merupakan salah satu primadona proyek pendanaan Tanijoy ini juga bisa Anda tanam sendiri. Kentang pada dasarnya memang ideal tumbuh di dataran tinggi. Namun juga tidak ada salahnya untuk dicoba bagi kamu yang berada di dataran rendah. Asalkan dipahami betul kondisi apa yang paling disukai kentang.

Berikut ini tips menanam kentang di rumah yang dengan mudah dapat Anda aplikasikan.

Memilih lokasi

Supaya hasil pertumbuhan tanaman kentang dapat optimal, kondisi lingkungan yang sesuai adalah dataran tinggi berhawa dingin dengan kondisi tanah yang subur kaya bahan organik dan berpasir. Daerah sentra kentang sendiri antara lain di dataran tinggi seperti Dieng, Magetan, Malang, Bogor dan Bandung.

Bagi Anda yang rumahnya di dataran rendah, tentukan saja lokasi yang memungkinkan tanaman mendapat asupan sinar matahari minimal 8 jam. Untuk itu cari spot lokasi yang tidak terdapat banyak naungan seperti pepohonan tinggi atau bangunan bertingkat. Pekarangan perumahan dapat digunakan untuk menanam dengan catatan tebal top soil harus lebih dari 30 cm, agar pertumbuhan umbi dapat maksimal.

Memilih Benih

Benih kentang berupa umbi yang telah tumbuh tunas dengan bobot 30-60 gr. Setidaknya terdapat dua jenis varietas kentang yang banyak dikembangkan di Indonesia dengan produktifitas yang tinggi, yaitu varietas Granola dan Atlantik. Selain bisa didapatkan di toko pertanian dan balai pertanian, saat ini benih kentang bisa didapatkan secara online. Beberapa pelapak (penjual online) juga memberikan jaminan kualitas benih berupa sertifikat benih dari Balai Pengawasan Sertifikat Benih (BPSB).

Benih kentang masih dibagi lagi berdasarkan tingkatan keturunannya, mulai dari G0, G1, G2, G3, dan G4. Perlu diketahui, kentang yang dijual di pasaran untuk konsumsi adalah hasil dari budidaya kentang yang berasal dari umbi benih keturunan terakhir atau G4. Untuk itu apabila kamu ingin menanam di pekarangan dan bermaksud untuk dikonsumsi hasil panennya, maka pilihlah benih G4.

Persiapan Lahan

Tanah yang gembur dengan draenase yang baik menjadi kunci utama dalam menanam kentang dengan hasil panen yang memuaskan. Hal ini dikarenakan tanah yang keras akan mengakibatkan umbi tidak dapat tumbuh dengan optimal. Untuk itu lahan perlu diolah terlebih dahulu dengan cara dicangkul dan dibuat guludan atau bedengan. Ukuran bedengan yang ideal sesuai dengan standar dinas pertanian minimal memiliki lebar 60 cm, tinggi bedengan 20 cm dan jarak antar bedengan 20 cm.

Tanaman kentang tidak menyukai lahan terlalu basah. Untuk itu buat sistem drainase yang baik agar ketika turun hujan air tidak menggenang karena genangan air dapat menyebabkan kematian pada tanaman karena kurangnya oksigen yang diterima oleh akar.

Pemupukan

Tanah yang subur akan menghasilkan pertumbuhan tanaman yang baik. Berikan pupuk yang kaya akan bahan organik dari fermentasi kotoran kambing atau domba. Keseimbangan rasio C:N nya menjadikan pupuk kotoran kambing memiliki sifat menahan air yang baik sekaligus menjaga tanah tetap gembur.

Dosis penggunaan pupuk kandang untuk setiap 1 ha lahan adalah 30 ton yang dicampurkan dengan tanah bedengan. Untuk ukuran di pekarangan rumah, jika ukuran bedengan yang kita miliki berukuran Panjang 10 m dengan lebar 60 cm maka pupuk yang dibutuhkan sebanyak 24 kg atau 1 karung.

Pembumbunan

Tanaman kentang memerlukan pengawasan dan perawatan yang intensif selama proses pertumbuhannya. Salah satu kegiatan yang paling penting adalah Pembumbunan. Pembumbunan dilakukan dengan cara menimbun perakaran tanaman dengan tanah parit. Tujuannya adalah untuk mencegah umbi kentang muncul ke permukaan dan terkena sinar matahari. Selain itu pembumbunan juga penting untuk mencegah umbi terserang hama.

Pada saat dilakukan pembumbunan tanaman diberikan pupuk susulan NPK Mutiara dengan dosis sebanyak 1 sendok makan atau 10 gr/tanaman. Selain itu juga dilakukan penyiangan bedengan dari gulma atau rumput liar yang tumbuh.

Panen dan penyimpanan

Ciri dari tanaman kentang yang telah siap dipanen umbinya adalah tanaman yang mulai layu dan mati. Umur tanaman kentang yang ideal untuk dapat dipanen hasilnya adalah 3 sampai 4 bulan. Lakukanlah panen kentang pada saat cuaca cerah, karena panen yang dilakukan saat hujan akan mengakibatkan kentang cepat busuk. Untuk itu jangan mencuci kentang dengan air setelah dipanen, cukup bersihkan umbi dari tanah kemudian masukkan ke dalam karung.

Umbi kentang yang disimpan di tempat yang kering dengan sirkulasi udara yang baik dapat tetap baik kualitasnya selama 4 minggu.

Jadi, kira-kira begitu tahapan serta tips dari menanam kentang. Bagaimana? Bisa dicoba di pekarangan rumah tentunya.