Tidak ada orang yang tidak bisa melakukan investasi. Apalagi Anda yang memiliki penghasilan tetap dari gaji bulanan. Disamping penghasilan yang diperoleh cenderung stabil, dengan memperoleh gaji Anda bisa mengelola kondisi keuangan dengan lebih terukur. Tujuannya tak lain agar gaji yang diperoleh tidak hilang begitu saja.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan berinvestasi. Dibanding dengan tabungan, investasi dipandang dapat memberikan lebih banyak keuntungan. Hal ini karena bunga (atau bagi hasil bila syariah) yang diperoleh tabungan cenderung itu-itu saja, sedangkan investasi dapat memberikan keuntungan lebih baik dari segi finansial maupun waktu pemerolehannya.

Dari hal tersebut, penting bagi setiap orang untuk mengetahui berapa proporsi ideal dari gaji yang diperoleh untuk investasi. Hal ini penting dilakukan agar investasi yang dilakukan tidak terasa terlalu kecil maupun besar. Namun, terasa pas dan memberikan keuntungan signifikan.

Pembagian Gaji

rawpixel.com

Hal utama yang harus dipahami setiap orang yang memperoleh gaji adalah sebagian besar gaji yang diperoleh akan dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan. Setidaknya 40 persen dari gaji yang diperoleh habis untuk menopang kehidupan sehari-hari. Jika Anda memperoleh gaji lima juta rupiah per bulan, sekitar Rp2.000.000 akan habis untuk biaya makan, listrik, air, dan lain-lain. Upayakan agar biaya kebutuhan tidak lebih dari jumlah ini.

Kemudian, hal utama kedua yang akan menguras gaji Anda adalah hutang atau cicilan. Anda bisa memberikan proporsi 30 persen untuk membayar cicilan yang Anda miliki. Jika Anda hendak memulai untuk memiliki cicilan, pastikan biaya yang dikeluarkan tidak lebih dari 30 persen dari gaji yang dimiliki.

Jika Anda sudah menghitung dan membayar kedua hal tersebut, Anda bisa memulai untuk memilih jenis investasi. Tetapi, berapakah proporsi ideal dari gaji yang bisa dikeluarkan? Setidaknya, banyak ahli finansial yang menyarankan sekitar 10 persen dari gaji yang diperoleh disalurkan untuk berinvestasi. Dengan demikian idealnya apabila Anda memperoleh gaji Rp5.000.000 x 5 %= Rp500.000 per bulan dari gaji yang diperoleh disalurkan untuk berinvestasi. Jika dirasa terlalu berat Anda bisa mencobanya dengan nilai yang lebih kecil. Saat ini banyak platrform investasi yang mensyaratkan dana lebih kecil untuk berinvestasi.

Setelah kebutuhan, hutang, dan investasi Anda masih memiliki sisa sekitar 20 persen uang gaji. Anda dapat menyalurkan sisanya ini masing-masing sebesar 10 persen untuk mencicil dana darurat dan uang hiburan. Dana darurat penting untuk membiayai hal-hal tak terduga seperti sakit atau bahkan terkena PHK. Adapun hiburan penting agar kita tidak tertekan dalam menjalani pekerjaan dan kehidupan.

breakingpic

Selain mengetahui proporsi gaji untuk berinvestasi ada hal penting yang juga harus diingat oleh Anda dalam berinvestasi, yaitu:

1.       Lakukan Dengan Displin

Displin untuk berinvestasi adalah kunci sukses investor memperoleh keuntungan. Tanamkan dalam diri bahwa Anda mampu berinvestasi dari gaji yang diperoleh.

2.       Memiliki Tujuan Berinvestasi

Agar Anda tetap bersemangat untuk berinvestasi pastikan ada tujuan yang akan diraih. Hal ini akan menjaga konsistensi Anda untuk berinvestasi dari gaji yang diperoleh.

3.       Jangka Waktu Investasi

Seusaikan jangka waktu investasi dengan kondisi gaji yang diperoleh. Hal ini untuk menjaga momentum keuntungan yang akan diperoleh.

4.       Produk Investasi

Jika Anda pemula pilihlah produk investasi yang memiliki seorang manajer investasi seperti reksadana atau platform investasi pertanian seperti Tanijoy. Manajer investasi inilah yang nantinya akan mengelola dana investasi dari gaji yang dikeluarkan oleh Anda.