Pertanian menjadi salah satu sektor penting pendorong roda perekonomian dalam negeri. Hal ini tidak terlepas dari isu ketahanan pangan nasional. Nah, untuk memacu produktivitas sektor pertanian ini adalah dengan pengaplikasian teknologi. Kemunculan perusahaan rintisan atau startup di sektor pertanian adalah contoh nyatanya. Termasuk kehadiran perusahaan investasi pertanian rintisan yang menyasar petani pra sejahtera.

Salah satu perusahaan investasi pertanian yang sedang tumbuh adalah Tanijoy. Tanijoy merupakan platform yang memberdayakan petani kecil melalui permodalan. Sebagai salah satu perusahaan P2P pertanian di Indonesia, Tanijoy menawarkan skema pembiayaan menarik. Apa saja kelebihannya?

Sistem yang Adil

Pixabay

Tanijoy mengedepankan prinsip bagi hasil dengan skema syariah. Skema ini menjunjung tinggi keadilan. Hasil usaha dibagi dengan presentase yang disepakati petani dan pendana dalam sebuah akad (perjanjian) melalui perantara Tanijoy.

Akad yang berlaku bisa beragam. Umumnya dalam bisnis pertanian menggunakan akad mudharabah dan akad musyarakah. Akad mudharabah adalah  akad yang dilakukan antara investor dengan pengguna dana untuk digunakan dalam aktivitas yang produktif dengan hasil keuntungan dibagi dua antara pemodal dan pengguna modal. Jika akad mudharabah dana atau modal yang dikelola diperoleh hanya dari investor, dalam akad musyarakah baik investor maupun pengelola dapat memberikan modalnya untuk sebuah kegiatan usaha dalam jangka waktu tertentu.

Alternatif Investasi Riil

Kehadiran fintech dapat menciptakan inklusi keuangan bagi petani dan masyarakat pedesaan. Sebagaimana diketahui bahwa petani dan masyarakat desa secara umum memiliki keterbatasan akses ke perbankan. Kehadiran perusahaan fintech investasi pertanian berbasis peer to peer (P2P) lending membawa angin segar bagi para petani. Selama ini petani memang kesulitan dalam mengakses pembiayaan ke perbankan.

Di samping dapat memberikan alternatif pembiayaan kepada para petani, keterlibatan publik untuk menjadi pendana jadi sisi menarik. Melalui P2P, orang yang memiliki kelebihan dana bisa memilih produk investasi alternatif selain saham, reksadana, deposito, emas, dan properti.

Berinvestasi di sektor pertanian nyatanya cukup menjanjikan. Investasi di sektor ini dapat dikatakan high risk high return. Hasil investasi pertanian berbanding lurus dengan risikonya seperti gagal panen dan harga komoditas yang jatuh. Tapi investasi di sektor pertanian adalah investasi riil. Setiap prosesnya dapat dipantau secara berkala. Sehingga investor jadi paham setiap perkembangan proyeknya.  

Menciptakan Dampak Sosial

Pertanian di Indonesia memiliki masalah pada tingkat produktivitas panen. Padahal tanah Indonesia dikaruniai kesuburan dan letak geografis di sepanjang garis khatulistiwa. Namun hasil panen tak sebanding dengan luas lahan tanam.

Tingkat produktivitas panen yang rendah memang dipengaruhi beberapa faktor. Mulai dari ketidakmampuan petani mengakses informasi terbaru seputar teknologi pertanian atau tak memiliki cukup dana untuk mendapatkan sarana produksi pertanian yang bagus. Sebagai contoh adalah bibit yang tersertifikasi.

Penggunaan bibit tersertifikasi dapat menyumbang peningkatan produksi panen hingga 60%. Faktanya para petani kecil terhalang dana untuk mendapatkan bibit yang bagus. Petani akhirnya terpaksa untuk menggunakan benih dengan menyisihkan hasil panen. Akibatnya hasil panen menurun karena sifat genetis yang dimiliki tidak diturunkan semua ke generasi selanjutnya.

Adanya akses permodalan memungkinkan petani untuk mendapatkan bibit dan sarana produksi pertanian yang lebih berkualitas. Dengan begitu produktivitas panen jadi meningkat. Produksi yang meningkat akan meningkatkan pula kesejahteraan petani yang menerima program pembiayaan.

Ingin coba berinvestasi di produk pertanian? Klik tanijoy.id untuk cari tahu lebih lanjut!