Butternut squash atau dikenal sebagai labu madu tengah digemari masyarakat. Buah yang sering dianggap sayur ini masih satu keluarga dengan labu kuning, melon, dan mentimun. Butternut squash memiliki kulit yang keras, daging lembut berwarna oranye, dan bentuknya seperti kacang berukuran besar.

Pada awalnya butternut squash dibudidayakan di luar negeri seperti Australia, Eropa, dan Selandia Baru. Pada awal kepopulerannya di tahun 2013, harga butternut squash masih tinggi. Saat itu butternut squash yang dijual di dalam negeri masih impor dari Australia. Sekarang, masyarakat banyak yang mulai membudidayakan butternut squash melihat peluangnya yang tinggi untuk dipasok ke pasar modern.

Kandungan Gizi Butternut Squash

Butternut squash adalah buah yang kaya akan kandungan gizi. Masyarakat biasa memanfaatkannya sebagai makanan pendamping ASI (MPASI). Namun tak hanya untuk bayi, butternut squash cocok untuk semua kalangan usia.

100 gram buah butternut squash mengandung sekitar 2 gram serat yang baik untuk pencernaan. Kandungan seratnya yang tinggi membuat butternut squash cocok dikonsumsi oleh penderita penyakit jantung, kanker, dan diabetes tipe 2.

Selain serat, butternut squash mengandung vitamin A, C, E, dan B serta kaya akan kandungan mineral seperti kalsium, megnesium, dan seng.

Cara Budidaya Butternut Squash

Membudidayakan butternut squash tak terlalu sulit. Kuncinya adalah telaten dan disiplin dalam merawat tanaman. Langkah-langkah dalam budidaya butternut squash adalah sebagai berikut:

  1. Buatlah bedengan dengan panjang 1x4 meter dengan ketinggian antara 40-50 cm. Tebar pupuk kandang. Kebutuhan pupuk kandang per hektar berkisar antara 10-15 ton. Menurut info dari DKSKP Institut Pertanian Bogor, dapat ditambahkan pupuk NPK 8-10 karung dan kapur sekitar 10-12 karung.
  2. Tutup bedengan dengan mulsa plastik agar lembab dan tidak ditumbuhi gulma.
  3. Siapkan ajir (media rambatan).
  4. Semai benih dengan jarak tanam 50 cm.
  5. Ketika sudah memasuki masa pemupukan (benih masuk usia 1 minggu), perlakukan ini harus dilakukan secara rutin dan agresif. Pemberian pupuk dapat dilakukan secara kocor dan semprot dengan jarak 3-5 hari sekali. Intensitas pemupukan dikurangi setelah tanaman berumur 1,5 bulan.
  6. Budidaya butternut squash ini biasanya berlangsung 85-90 hingga siap dipanen. Ciri buah yang siap panen biasanya tangkai buah sudah berubah warna kecoklatan.  
  7. Butternut squash memiliki hama layu yang disebabkan oleh spora yang ada di dalam tanah dan serangga seperti kumbang dan ulat. Solusi dari masalah ini adalah pengaplikasian insektisida.

Nah apakah Anda sudah cukup tertarik dengan butternut squash?