Hemat pangkal kaya adalah slogan yang membersamai kita sejak kecil. Pribahasa tersebut merupakan nasehat cocok untuk anak kecil yang belum memahami kompleksitas kebutuhan dari kehidupan. Cara berhemat tidak akan membuat kita sangat kaya dengan cepat. Sehingga dewasa ini, nasehat itu tidak berlaku lagi. Kelola keuangan dengan baik, itulah nasehat yang tepat. Jadi kuncinya bukan berhemat, melainkan memperbaiki tata kelolanya. Untuk memperbaiki tata kelola keuangan, maka kita sebaiknya memiliki kecakapan finansial yang baik.

Mengutip dari thebalance.com, berikut adalah cara simpel mengelola keuangan pribadi. Anda bisa menggunakannya untuk mengatur keuangan dengan lebih bijak.

Memiliki Rencana Anggaran; Ketahui Pendapatan dan List Kebutuhan Bulanan

Langkah pertama dalam mengelola keuangan adalah membuat rencana anggaran. Ini akan memerlukan sedikit usaha memang. Anda harus mencatat semua sumber pemasukan dari gaji maupu sumber lainnya, serta membuat rencana belanja bulanan Anda dan pembayaran lain yang diperlukan.

Pada dasarnya, sebagian orang terlalu malas untuk melakukan hal ini. Menulis rencana anggaran dinilai monoton dan membosankan. Tetapi hanya dengan cara inilah Anda bisa mendapatkan laporan mengenai pemasukan dan pengeluaran Anda. Dengan begitu, Anda bisa memutuskan kebijakan keuangan Anda. Tulis rencana belanja Anda sebulan ke depan, tulis juga pengeluaran-pengeluaran untuk listrik, air serta keperluan rutin rumah lainnya.

Menjadikan Anggaran sebagai Rujukan Pengeluaran

Tidak akan ada gunanya rencana anggaran yang sudah dibuat, jika kemudian tidak menjadi rujukan. Bukan berarti harus kaku. Fleksibilitas sebenarnya juga diperlukan. Hanya saja untuk membuat penyesuaian pengeluaran juga perlu dasar atas penyesuaian itu. Sehingga anggaran yang sudah dibuat harus bisa digunakan sebagai rujukan, serta diperbaharui sesuai kondisi yang terjadi. Anda bisa kembali mencatat pengeluaran maupun pemasukan yang terjadi setiap bulannya.

Memberi Batasan untuk Pengeluaran tak Terduga

Jika ada pengeluaran yang tidak masuk dalam perencanaan, batasi untuk mengeluarkannya. Anda boleh menggunakan sisa uang, yaitu pendapatan dikurangi pengeluaran. Namun batasi hanya pada batas tertentu saja. Jangan sampai pengeluaran lain-lain ini membuat Anda begitu terobsesi untuk menghabiskannya sisa dana yang ada.

Melacak Pengeluaran

Biasanya pengeluaran yang kecil, tanpa disadari terakumulasi begitu besar. Jadi, lakukanlah pelacakan atas pengeluaran-pengeluaran kecil ini. Jika Anda melakukan pencatatan atas pengeluaran-pengeluaran tak terkendali ini, maka Anda bisa mendeteksi spot atau daerah mana saja yang akan membuat Anda hilang kendali. Oleh sebab itu Anda bisa menanggulanginya sebelum belanja Anda melampaui batas.

Tidak Mengambil Limit Pinjaman Baru

Biasanya bank, maupun lembaga keuangan lain sangat suka menawarkan pinjaman-pinjaman baru. Meskipun riwayat kredit serta penghasilan memenuhi syarat, bukan berarti Anda harus menerima tawaran itu. Seringkali orang berpikir bahwa bank itu tidak akan menawarkan sesuatu yang kita tidak akan mampu bayar. Padahal bank sendiri memiliki target dan biasanya hanya membaca laporan yang dapat dilihat oleh mereka dari riwayat laporan akun Anda. Sementara hutang kemudian adalah kewajiban yang harus dibayarkan, dan bagi bank hal itu adalah urusan Anda.

Membatasi Penggunaaan Kartu Kredit

Kartu Kredit adalah jebakan maut bagi perencanaan keuangan. Saat uang tunai habis, seseorang akan menggunakan kartu kredit untuk belanja kebutuhannya, ataupun pembayaran lainnya. Terkadang perilaku ini tanpa mempertimbangkan apakah mereka akan sanggup membayarnya tagihannya di kemudian hari.

Menabung dan Berinvestasi secara konsisten

Investasi adalah cara agar uang kita tumbuh dan berkembang. Hanya memiliki pemasukan yang kemudian keluar dengan pengeluaran yang sama adalah sesuatu yang tidak menguntungkan. Sehingga pengelolaan keuangan yang baik biasanya dapat menyisihkan dana secara regular untuk hal ini. Milikilah akun tabungan ataupun akun investasi. Anda bisa mengatur bahagimana kemudian secara otomatis keuangan Anda masuk pada akun-akun investasi Anda.

Kira-kira itulah poin-poin dalam mengelola keuangan. Membuat rencana anggaran pada awalnya akan jadi hal yang baru. Mencatat sumber pemasukan, pengeluaran belanja bulanan, bayar listrik, air dan sebagainya serta pembelanjaan tak terduga lainnya adalah sesuatu yang tidak biasa. Namun jika mulai sekarang dibiasakan, semakin hari Anda akan semakin baik lagi dalam mengelola keuangan.