Jamur termasuk ke dalam golongan tanaman heterotrofik karena cara hidupnya mengambil zat-zat makanan seperti lignin, glukosa, protein, selulosa, dan senyawa pati dari organisme lain. Jamur mengandung berbagai mineral seperti fosfor, kalium, kalsium, dan besi. Selain itu jamur juga mengandung karbohidrat dan vitamin B, B12, dan C. Salah satu jenis jamur yang sering dijumpai adalah jamur tiram (Pleurotus ostreatus).

Jamur tiram adalah jamur yang berasal dari family Agaricaceae dan sering dijadikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari. Teknik budidaya jamur sebenarnya tergolong sederhana, namun hal tersebut tidak dapat diremehkan. Walaupun teknik budidayanya tergolong sederhana, namun masih banyak pembudidaya yang melakukan berbagai macam kesalahan. Berikut kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pembudidaya jamur tiram.

Peralatan dan Baglog Tidak Steril

Budidaya jamur tiram sangat rentan terjadi kontaminasi. Oleh karena itu, peralatan yang digunakan dalam proses budidaya haruslah diperhatikan kesterilannya. Selain peralatan, baglog juga perlu untuk disterilkan terlebih dahulu dengan memasaknya. Tetapi pada umumnya, masih banyak pembudidaya jamur tiram yang menganggap remeh hal tersebut karena ingin cepat dan praktis. Padahal, peralatan yang disterilisasi terlebih dahulu dapat menghindari kontaminasi dari virus, bakteri, maupun cendawan.

blokbojonegoro.com

Kondisi Rumah Jamur Terlalu Lembap

Tanaman jamur tiram memang dikenal sebagai tanaman yang memerlukan kondisi lembap dan sejuk. Namun jika kondisi rumah jamur terlalu lembap akibat banyak air tergenang dapat menimbulkan resiko yang serius. Kondisi tersebut dapat merangsang munculnya jamur-jamur jenis lain yang akan mengganggu pertumbuhan jamur tiram.

Kualitas Bibit Kurang Baik

Pemilihan kualitas bibit jamur tiram sangatlah penting untuk diperhatikan. Kualitas bibit sangat mempengaruhi kualitas hasil panen. Hal yang perlu dipastikan dalam memilih bibit yang berkualitas yaitu nilai BER (Biological Efficiency Ratio). BER menggambarkan kemampuan baglog basah menghasilkan satu satuan tubuh jamur dalam satu masa tanam. Semakin tinggi nilai BER, maka semakin baik produktivitas jamur per baglog. Nilai BER jamur tiram yang ideal yaitu sebesar 75%. Namun hingga kini masih banyak pembudidaya yang tidak terlalu memperhatikan nilai BER.  

Botol Bibit Tidak Tertutup Rapat

Terkadang pembudidaya tidak terlalu memperhatikan kerapatan dari tutup botol bibit jamur tiram. Menutup botol bibit dengan kurang rapat menyebabkan terjadinya kontaminasi dari udara. Bakteri dan spora jamur masuk ke dalam botol bibit melalui udara, kemudian mengganggu pertumbuhan dari bibit jamur itu sendiri dan menimbulkan berbagai penyakit.

daquagrotechno.org

Kumbung Tidak Steril

Sebelum mengisi baglog, perlu dilakukan sterilisasi kumbung dengan menggunakan fungisida maupun formalin 4%. Selain itu usahakan juga untuk menjaga lingkungan sekitar kumbung agar tetap bersih dan jauh dari tempat pembuangan sampah. Kumbung yang tidak steril akan menghambat perkembangan dan pembentukan tubuh buah.

Cara Panen Tidak Tepat

Kesalahan yang sering dilakukan oleh pembudidaya jamur yaitu pencabutan akar tanaman yang kurang optimal. Pemanenan jamur dilakukan dengan mencabut jamur hingga akarnya secara sempurna. Jika akar jamur masih tersisa di dalam media (baglog), maka sisa akar tersebut akan mengalami pembusukan yang menyebabkan munculnya ulat dan bakteri, serta menghambat pertumbuhan jamur tiram selanjutnya.

Itulah 6 kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pembudidaya jamur tiram. Pelajari cara berbudidaya jamur tiram yang tepat dan hindari kesalahan-kesalahan umum saat berbudidaya agar menghasilkan jamur tiram yang baik dari segi kualitas dan kuantitas. Hasil panen memuaskan, keuntungan pun akan ikut meningkat, bukan? Yuk turut serta dalam budidaya jamur tiram yang benar dengan berinvestasi di Tanijoy!