Bulan Agustus identik dengan hari kemerdekaan. Berbicara soal kemerdekaan, siapa yang tak ingin merdeka secara finansial? Tentunya semua orang bukan?

Merdeka secara finansial atau istilahnya financial freedom adalah suatu keadaan di mana Anda memiliki cukup tabungan, investasi, dan cash on hand untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi diri sendiri atau mungkin keluarga tanpa rasa cemas. Intinya Anda memiliki kendali penuh atas keuangan Anda. Uang bekerja untuk Anda, bukan sebaliknya.

Sayangnya banyak orang yang tertatih-tatih untuk bisa bebas finansial. Entah itu kesulitan membayar hutang, tidak memiliki aset, dan masalah keuangan lainnya. Agar hal mengerikan itu tak terjadi, mulai kelola keuangan Anda dengan  cara berikut ini.

Tentukan Tujuan Keuangan

Uang mendorong ke banyak keputusan yang dibuat setiap harinya. Setiap keputusan keuangan yang diambil akan berdampak di kemudian hari. Maka dari itu, memiliki tujuan keuangan yang jelas sangatlah penting. Tujuan keuangan penting untuk menentukan bagaimana menyimpan atau membelanjakan uang Anda.

Merancang tujuan keuangan, haruslah SMART (spesific, measurable, attainable, realiable, & time based). Di dalam menentukan tujuan keuangan yang ingin dicapai haruskan melihat prioritas. Lihat tujuannya apakah jangka pendek, menengah, atau panjang? Lalu kemampuan untuk mencapainya dan kesehatan keuangan saat ini. Contohnya:

"Saya ingin traveling ke Korea Selatan tahun depan dengan kebutuhan dana Rp 30.000.000,00 maka saya harus menyisihkan uang sebesar Rp. 2.500.000,00 per bulan selama setahun. Caranya dengan memotong anggaran transportasi kerja, mengurangi anggaran makan, dan mengurangi biaya entertainment."

Belajar Membuat Anggaran (Budget)

Membuat anggaran (budgeting) setiap bulan adalah bagian dari praktek keuangan personal yang baik . Kontrol diri untuk tidak menghabiskan uang lebih besar daripada yang dianggarkan sangat penting. Jika tidak disiplin dalam menjalankan budgeting, Anda akan menghadapi masalah finansial.

Tapi bagaimana membuat anggaran yang baik? Ada banyak metode di luar sana yang bisa Anda aplikasikan. Salah satu yang terkenal adalah aturan 50:30:20. Penjelasan lengkapnya dapat Anda pelajari di sini.

Pay Yourself First!

Pernah dengar istilah pay yourself first? Istilah ini berarti bahwa Anda harus secara rutin menempatkan uang pada tabungan (saving) dan investasi di urutan pertama sebelum membelanjakannya.

Mengapa keduanya harus didahulukan? Banyak orang yang tak memiliki dana pensiun, aset, dan atau dana darurat yang cukup karena tak punya simpanan uang. Jika tidak diwajibkan dan diprioritaskan, dana tersebut bisa jadi teralihkan ke hal-hal kontra produktif.

Ada banyak pilihan produk investasi yang bisa Anda pilih untuk memulai. Coba kenali profil risiko Anda dan jenis produknya. Gali pengalaman agar semakin handal dalam berinvestasi.

Bebaskan Diri dari Hutang

Kartu kredit dan hutang konsumtif lainnya ibarat candu. Awal-awal Anda merasa terbantu karena bisa memenuhi gaya hidup, lama-lama Anda akan dikejar tanggal jatuh tempo pelunasan dengan bunga yang tinggi. Pun jika Anda hanya memiliki hutang usaha yang bisa dibilang produktif, Anda tetap harus berhati-hati mengelolanya.

Alokasikan dana pelunasan hutang-hutang lebih besar dibandingkan investasi sampai benar-benar lunas. Hutang itu beban, ibarat barbel, semakin berat semakin besar tenaga untuk mengangkatnya. Ketika sudah dilepas, napas Anda menjadi lega.

Miliki Dana Darurat

Punya penghasilan, punya investasi, tapi tak punya dana darurat? Hidup ini penuh ketidakpastian. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari. Dana darurat ada untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang mungkin menghampiri dan mengganggu kondisi keuangan Anda.

Berapa besaran dana darurat yang harus dimiliki? Idealnya untuk Anda yang masih lajang sebaiknya memiliki dana darurat 3 kali lipat dari pengeluaran bulanan. Jika Anda sudah berkeluarga sebaiknya memiliki 6 atau 12 kali lipat dari pengeluaran total keluarga dalam satu bulan.

Pentingnya Proteksi

Selain dana darurat, untuk mengantisipasi hal buruk di kemudian hari adalah dengan asuransi. Sebaik-baiknya rencana yang dibuat belum tentu berjalan dengan baik. Berbicara soal perencanaan keuangan tak cukup soal tabungan dan investasi, asuransi juga penting.

Proteksi paling dasar adalah memiliki BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan. Jika memiliki dana yang cukup cobalah untuk membeli polis asuransi kesehatan, polis asuransi jiwa, dan polis asuransi kecelakaan diri.