Saat ini ada beragam sektor yang bisa kita tekuni untuk berinvestasi, salah satunya sektor pertanian. Saat ini investasi juga semakin mudah dilakukan, seiring kemajuan teknologi yang sangat pesat.

Apabila bisnis pada sektor pertanian dulu terkesan kuno, kini berbeda. Sektor pertanian semakin menarik di mata masyarakat. Tak heran hal ini terjadi karena berinvestasi di sektor pertanian memang memiliki beberapa keuntungan. Perlu diingat bahwa pertanian merupakan salah satu sektor penggerak roda ekonomi nasional. Tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat saja, namun sektor yang satu ini juga dapat mendongkrak citra baik Indonesia di mata dunia.

Investasi pada sektor pertanian

Menurut Syukur Iwantoro, Sekretaris Jenderal Kementrian Pertanian (Kementan), sejak sejumlah paket kebijakan ekonomi diterbitkan oleh Presiden Jokowi, minat masyarakat investasi di sektor pertanian memang semakin meningkat jika dibandingkan dulu. Investor juga semakin tertarik, bahkan banyak juga investor yang sebelumnya belum pernah masuk ke subsektor ini ikut melirik.

Beragam platform digital saat ini banyak menawarkan instrumen investasi online yang menarik. Masyarakat saat ini juga lebih teredukasi dengan adanya investasi di bidang pertanian, jika dibandingkan dulu. Hal ini disebabkan karena platform investasi pertanian saat ini memiliki tampilan yang tak hanya mudah digunakan untuk berinvestasi saja, namun juga cukup mengedukasi masyarakat awam. Model investasi yang ditawarkan biasanya berskema P2P (Peer-to-peer Lending), dimana investor atau pihak pemberi pinjaman akan dipertemukan dengan pihak yang memang membutuhkan pinjaman, dalam kasus ini ialah sang petani tersebut.

Salah satu layanan investasi di sektor pertanian yang bisa Anda coba ialah Tanijoy. Dengan menggunakan teknologi pada platform digital milik Tanijoy, pemilik lahan bisa terhubung dengan petani yang ingin menanam namun tidak memiliki lahan sendiri untuk digarap. Keduanya akan saling bekerjasama dan berbagi hasil.

Startup yang didirikan pada Februari 2017 ini membuat aturan dimana investor dapat menyetorkan modalnya, setelah itu ia akan menerima untung dengan skema bagi hasil yang telah disepakati. Biasanya investor akan menerima hasil hingga mencapai 30 persen, sedangkan si petani akan mendapatkan keuntungan sebesar 50 persen, pemilik lahan 40 persen, dan pihak Tanijoy sendiri sebesar 10 persen dari total hasil profit bersih penjualan panen.

Ada beberapa pihak yang akan terlibat dalam proyek Tanijoy ini, antara lain petani, pemilik lahan, investor, dan field manager. Alur pada proyek ini ialah pemilik lahan akan memberikan lahan yang mereka miliki untuk digarap oleh petani dengan memakai bantuan modal yang berasal dari investor.

Saat ini pemerintah terus berupaya memacu minat para investor untuk turut berinvestasi di sektor pertanian. Hal ini dilakukan demi mengurangi impor yang ada. Investasi ini akan diarahkan ke masyarakat lokal. Sebenarnya sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar kedua GDP (Gross Domestic Product) Indonesia pada 2016 lalu, namun sayangnya masih banyak potensi yang belum dimaksimalkan dari sektor yang satu ini.

Bagaimana, apakah Anda tertarik berinvestasi di sektor pertanian? Siapa saja bisa menjadi investor, lho! Coba sesuaikan skema investasi yang memang pas dengan dana yang Anda miliki. Investasi pada sektor ini sebenarnya tidak harus langsung dengan jumlah dana yang besar kok, Anda bisa patungan dengan investor-investor lainnya.