Edamame adalah kacang kedelai muda berwarna kehijauan yang dipanen sebelum bijinya tua dan mengeras. Nama edamame sendiri berasal dari bahasa Jepang yang artinya cabang atau ranting. Edamame ini juga banyak disajikan sebagai campuran sajian utama, campuran salad bahkan camilan. Kandungan gizi kedelai edamame yang tinggi baik untuk kesehatan tubuh.

Meskipun kedelai edamame pertama kali dibudidayakan di Jepang, namun sekarang ini terkenal di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri popularistas edamame juga mulai meningkat. Edamame mudah ditemui di pasar swalayan atau supermarket. Kedelai edamame juga bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak terlebih dahulu.

Tinggi Protein

Sumber: jcesar2015 via Unsplash

Setiap 1 mangkuk edamame atau sekitar 155 gram setidaknya mengandung 18.5 gram protein. Jumlah tersebut bisa dibilang cukup banyak, bahkan bisa memenuhi 30-37% dari konsumsi protein harian.

Menurut penelitian, seseorang yang mengkonsumsi makanan berprotein tinggi dan rendah kalori terbukti dapat menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan ia tidak akan mudah merasa lapar, sehingga bisa mengurangi kebiasaan makan yang terlalu banyak.

Tinggi Serat

Sumber: Oliver Sjöström via Pexels

Bukan hanya serat, edamame juga mengandung Alpha Linoleic Acid (AHA), yakni asam lemak omega 3 yang bisa dikonversi oleh tubuh sebagai sumber EPA dan DHA. Dengan secara rutin mengkonsumsi makanan tinggi serat seperti edamame, akan terhindar dari resiko penyakit jantung, kolesterol dan stroke.

Nah, jumlah serat dalam edamame untuk setiap 1 cup (155 gram) sebanyak 8 gram, yakni bisa memenuhi 23-28% kebutuhan serat harian. Selain itu, mengkonsumsi edamame yang tinggi serat juga bisa mencegah konstipasi dan kembung.

Sumber Antioksidan

Sumber: Silviarita via Pixabay

Antioksidan bersamaan dengan vitamin E dapat membantu tubuh dalam melawan radikal bebas dan meningkatkan imunitas. Sehingga menjadikan tubuh tidak mudah terinfeksi oleh mikroorganisme yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit.

Antioksidan juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit sekaligus mencegah kerusakan sel kulit akibat pertambahan usia. Senyawa isoflavone berupa genistein yang terdapat dalam kedelai edamame juga terbukti bisa meningkatkan elastisitas kulit, mencegah munculnya kanker kulit dan photoaging. Untuk itu bagi perempuan yang sudah mendekati postmenopaus sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi edamame, agar supaya kulit selalu tampak awet muda.

Phosphor dan Vitamin E

Gambar: Skeeze via Pixabay

Pertambahan usia selalu identik dengan munculnya masalah kesehatan tulang. Cara yang paling efisien untuk menjaga agar tulang tetap sehat ialah olahraga secara rutin, minimal seminggu 3 kali. Nah, kabar baiknya selain dengan melalui olahraga, mengkonsumsi makanan yang kaya akan phosphor, vitamin E, kalsium dan besi seperti edamame terbukti bisa menjaga kesehatan tulang.  

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pada perempuan yang secara rutin mengkonsumsi produk kacang kedelai seperti edamame, saat memasuki masa post menopaus terbukti dapat meningkatkan densitas tulang dan mencegah osteoporosis. Hal ini dipengaruhi oleh adanya senyawa isoflavone dalam edamame yang meningkatkan struktur tulang sekaligus menjaganya dari pengeroposan.

Cara Mengkonsumsi Edamame

Gambar: takedahrs via Pixabay

Untuk mengkonsumsi kedelai edamame sangatlah mudah. Cukup merebus edamame selama 5 menit dalam kondisi utuh atau tanpa perlu mengeluarkan kacang edamame terlebih dahulu. Selain itu, dengan merebus atau mengkukus kacang edamame dalam keadaan utuh, dapat dipastikan nutrisi dan vitaminnya tidak banyak yang hilang.

Setelah matang biasanya kulit edamame menjadi lunak, Amda dapat mengeluarkan edamame dalam kulitnya dengan menekan secara lembut menggunakan ibu jari. Edamame bisa langsung dikonsumsi dengan diberi sedikit garam atau dijadikan bahan campuran aneka masakan.