Usaha di bidang pertanian khususnya subsektor hortikultura dapat mendatangkan keuntungan yang besar jika dikelola dengan sebaik-baiknya. Selain pengelolaan yang harus diperhatikan, pemilihan komoditas tentunya menjadi salah satu kunci keuntungan suatu usaha. Terdapat berbagai macam jenis komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, mudah dipasarkan, dapat menjadi bahan pangan alternatif, dan cocok ditanam pada kondisi lingkungan Indonesia. Salah satu komoditas menarik tersebut adalah tanaman kentang.

Tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) memiliki nilai gizi tinggi pada umbinya karena kaya akan karbohidrat, kalori, protein, dan juga vitamin. Kentang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia karena dapat dikonsumsi sebagai sayuran, pengganti nasi, bahkan sering diolah menjadi berbagai jenis makanan ringan seperti kentang goreng, keripik, dan lain sebagainya. Oleh karena itu tidak heran jika permintaan masyarakat Indonesia akan kentang cenderung terus mengalami peningkatan.

Berikut tiga hal yang bisa Anda jadikan alasan untuk memantapkan diri memulai usahatani kentang:

sumber: freepik

Tingginya Permintaan Pasar

Seperti yang telah dijelaskan di atas, masyarakat Indonesia sudah tidak lagi asing terhadap kentang. Masyarakat Indonesia telah menjadikan kentang sebagai pelengkap kebutuhan pangan mereka sehari-hari, bahkan menjadikan kentang sebagai bahan makanan utama disamping beras. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) menunjukkan bahwa rata-rata tingkat konsumsi kentang dari tahun 2014 hingga 2018 terus mengalami peningkatan hingga 13,95%. Tingkat konsumsi yang terus meningkat tersebut tentunya memberi pengaruh nyata terhadap tingkat permintaan pasar. Peningkatan yang terus terjadi tersebut juga dipengaruhi oleh peningkatan jumlah penduduk, perubahan gaya hidup, dan peningkatan pendapatan masyarakat dari tahun ke tahun.  

Budidaya yang Cenderung Mudah

Budidaya kentang tidaklah sulit karena tanaman kentang merupakan tanaman yang cocok ditanam di wilayah Indonesia, khususnya pada daerah dataran tinggi. Selain itu tanaman kentang juga tidak terlalu banyak membutuhkan perlakuan khusus dan hasil panen kentang juga dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama karena tidak mudah mengalami kerusakan. Simak cara budidaya kentang yang baik dan benar mulai dari awal hingga pasca panen di sini.

sumber: pixabay

Pasar Terjamin dan Pasti

Kentang dapat dipasarkan kemana saja seperti pasar tradisional, supermarket, rumah makan, restoran, dan juga hotel. Berdasarkan data Informasi Pangan Jakarta, harga jual kentang per kilogram mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 20.000 pada bulan Juli 2019. Dengan begitu harga kentang di pasaran dapat dikatakan relatif stabil.

Nah, itulah 3 alasan yang bisa membantu Anda untuk memantapkan diri sebelum memulai usahatani kentang. Namun jangan lupa untuk memilih varietas yang unggul sebelum memulai usahatani kentang. Hal tersebut dikarenakan varietas kentang memberi pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman nantinya. Salah satu varietas unggul kentang adalah varietas granola.

Produktivitas kentang varietas granola dapat mencapai 30-35 ton per hektar. Walaupun ukuran umbi varietas granola terbilang kecil dibandingkan varietas lainnya, namun kentang varietas granola ini memiliki daya adaptasi terhadap rentang ketinggian dan suhu yang luas. Varietas ini juga lebih tahan terhadap penyakit umum yang sering menyerang kentang. Kentang varietas granola biasanya mengalami kerusakan akibat penyakit hanya 10%, sedangkan varietas lainnya dapat mencapai 30%. Satu tanaman kentang varietas granola mampu menghasilkan sekitar 10-15 umbi dengan masa dormansi umbi 3-5 bulan.

Usahatani kentang khususnya varietas granola memang sangat menarik, bukan? Tunggu apa lagi? Segera ikut serta dalam investasi budidaya kentang granola di Tanijoy. Jangan sampai terlambat!