Apakah tujuan akhir dari investasi adalah hanya untuk meraih keuntungan dan kebebasan finansial semata? Jawabannya tentu saja tidak. Keuntungan dan kebebasan finansial merupakan tahap awal yang dapat diperoleh ketika seseorang berinvestasi. Dari tahap tersebut kita bisa bergerak lebih jauh dari hanya sekadar mengumpulkan pundi-pundi uang. Investasi juga dapat memberikan dampak sosial, ekonomi, hingga ekologis yang signifikan.

Proses ini dapat diwadahi dalam investasi berbasis syariah. Investasi syariah dapat memberikan warna lain dalam mendorong usaha-usaha perbaikan masyarakat. Hal ini disebabkan, tujuan utama dari investasi syariah adalah untuk memberikan keuntungan dan rasa adil ke berbagai pihak-- tidak hanya kepada investor, tetapi juga pengusaha, pengguna, dan lingkungan sekitar. Selain memperoleh keuntungan, kita juga dapat memilih untuk memberikan dampak lain ketika berinvestasi.

Salah satu yang dapat dipilih adalah investasi pertanian syariah. Dalam konteks dunia Islam, setidaknya kita mengetahui bahwa Rasulullah pernah mempraktikan investasi syariah pada bidang pertanian. Ketika itu Beliau melakukan kerja sama dengan orang lain untuk mengelola sebidang tanah di wilayah Khaibar. Investasi pertanian syariah seperti ini setidaknya memiliki tiga keuntungan sekaligus.

  1. Pertama, memberikan keuntungan finansial kepada investor.
  2. Kedua, memberikan dampak sosial kepada pengusaha atau pengelola lahan dengan cara memanfaatkan modal.
  3. Ketiga, memanfaatkan lahan-lahan kosong agar tetap lestari dan sesuai dengan nilai ekologis yang dimilikinya. Dengan demikian, ada warna lain yang muncul dari investasi yang dilakukan. Dalam investasi pertanian syariah, selain memperoleh keuntungan finansial kita juga dapat berkontribusi meminimalkan laju pemanasan global dengan menjaga alam tetap lestari.

Menariknya, jika dilihat dari akar katanya, kata investasi juga ternyata selalu berkaitan dengan dunia pertanian. Dalam bahasa Arab investasi disebut dengan istitsmar yang bermakna menjadikan berbuah, berkembang dan bertambah jumlahnya.Adapun dalam bahasa Inggris investmen yang berasal dari kata dasar invest yang berarti menanam. Dari hal tersebut dapat kita lihat bahwa sudah sejak lama investasi dalam bidang pertanian menjadi salah satu andalan dalam menggulirkan aset yang dimiliki oleh para investor.

Kelebihan Investasi Pertanian Syariah

Lantas apa perbedaan investasi syariah dan konvensional, khususnya ketika ingin melakukan investasi pertanian syariah?

Salah satu perbedaan utama antara investasi syariah dan konvensional adalah akad atau perjanjian yang dibuat antara investor dan pengusaha atau pengguna investasi. Setidaknya dalam investasi syariah ada tiga jenis akad yang dapat dilakukan di antaranya kerja sama (musyarokah), sewa-menyewa (ijarah), dan akad bagi hasil (mudharabah). Sebagai contoh, Tanijoy misalnya. Dalam mengelola investasi yang diperolehnya, Tanijoy menggunakan skema akad Mudharabah Muqayyadah ketika ada investor yang ingin berinvestasi pertanian syariah. Pada proses ini segala hak, kewajiban, untung, rugi pihak-pihak yang terlibat dipaparkan sejak awal. Dengan demikian prinsip adil dan transparansi dalam investasi pertanian syariah dapat diwujudkan.

Selain itu, salah satu keuntungan yang diperoleh dari investasi pertanian syariah ini secara pasti sejalan dengan nilai-nilai dari investasi syariah di antaranya halal, bebas riba, dan adil bagi semua pihak. Bersifat halal karena umumnya produk-produk pertanian dikategorikan halal. Bebas riba karena keuntungan yang diperoleh bukan dari bunga (riba). Adil kepada investor maupun pengelola dana. Dengan kata lain tidak ada yang diuntungkan atau dirugikan oleh satu pihak.

Tidak ada yang meragukan bahwa investasi adalah hal yang sangat penting dan harus dilakukan sejak dini oleh setiap orang. Berbagai artikel, buku, dan seminar menunjukkan berinvestasi merupakan salah satu cara kita untuk meraih keuntungan dan kebebasan finansial. Namun, sebagaimana disebutkan di awal keuntungan finansial merupakan tahap awal dari sebuah investasi. Melalui investasi pertanian syariah efek yang diperoleh bisa berlipat ganda. Investor juga dapat memperoleh keberkahan dengan memberikan berbagai dampak sosial ke sesama. Inilah yang membedakan investasi Anda dengan investasi lain. Investasi tidak biasa dan hanya dilakukan oleh orang-orang luar biasa. Mari lakukan bersama-sama.  

Referensi

Sakinah. (2014). Investasi dalam Islam. Jurnal Iqtishadia volume 1 No. 2 Desember 2014 248-262

https://www.bareksa.com/id/text/2018/10/22/bentuk-bentuk-investasi-syariah-dan-kehalalannya/20643/news