Budidaya kentang di musim hujan cenderung beresiko terkena penyakit hawar daun. Penyakit hawar daun atau potato blight merupakan penyakit utama dalam budidaya kentang. Penyakit yang disebabkan oleh cendawan Phytopthora infestans ini berpotensi menghasilkan kerugian hingga 40% bahkan bisa sampai 100% jika varietas yang ditanam rentan. Menurut Kusmana dari Balitsa (2012) menyatakan bahwa wabah hawar daun terparah pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2010.

Sebagai penyakit yang berbahaya, tentu penanganan hawar daun pada kentang amatlah penting. Bagi anda yang membudidayakan kentang, Tanijoy punya 5 tips pengendalian yang bisa anda praktekkan. Simak selengkapnya di bawah ini:

Pemilihan Varietas Resisten

Memilih varietas benih yang resisten atau toleran sangat penting dalam bertani kentang. Dengan menggunakan varietas resisten, menurut Kusmana dan Liferdi (2013), petani dapat menghemat fungisida hingga 60% dan produktivitas panen pun masih tetap tinggi. Petani pun akhirnya bisa menekan biaya produksi dan memaksimalkan penghasilan. Para petani kecil dengan input terbatas pun tak perlu terlalu khawatir jika musim hujan tiba.

Kontrol Kimia

Kontrol penyakit hawar daun bisa dilakukan dengan mengaplikasikan fungisida. Jenis fungisida yang dapat digunakan adalah antracol, vondotels, atau difolatan dengan dosis 3–4 kg/ha lahan. Intensitas penyemprotan fungisida sebaiknya dilakukan seminggu tiga kali atau 2–3 hari sekali. Namun anda perlu mengurangi intensitas penyemprotan menjelang satu bulan sebelum panen kentang.

Perhatikan Sistem Irigasi

Hujan sehari-hari akan meningkatkan potensi terinfeksi hawar daun. Karenanya anda harus memperhatikan dan memodifikasi sistem irigasi yang dibuat di lahan.

Pengecekan Daun Secara Berkala

Penyakit hawar daun ditandai dengan adanya noda coklat menghitam pada sisi dan ujung daun. Selain itu jika bagian bawah daun dibalik akan terlihat spora berwarna putih. Jika masih di tahap awal, segeralah cabut tanaman tersebut lalu musnahkan dengan cara dibakar. Hal ini harus dilakukan agar spora tidak menyebar dengan cepat karena pengaruh hujan dan angin.

Tumpang Sari dengan Tanaman Lain

Selain karena air, hawar daun menyebar melalui angin. Maka untuk mengatasi masalah ini, sekeliling tanaman kentang sebaiknya dipagari dengan tanaman lain yang lebih tinggi. Misalnya dengan ditanami jagung. Dengan cara ini, spora akan tertahan saat terhembus angin.


Referensi:

Kusmana & Liferdi. 2013. Teknologi Budidaya Kentang pada musim penghujan. Balitsa Bandung

Flowler. A Guide to Potato Blight For Gardener. UK: Potato Council

Zainudhin, Zenzen. 2016. Cara Mengatasi Penyakit Busuk Daun Pada Kentang, diakses pada 18 Desember 2018. https://www.agrotani.com/


*Artikel ini juga dipublikasikan di Medium Tanijoy