Siapa yang tidak tahu kentang, komoditas ini sering diolah dalam campuran olahan sayur. Kentang juga biasa dimakan dalam bentuk kentang goreng. Dewasa ini kentang juga digunakan sebagai pengganti beras dalam pola diet. Maka, permintaan komoditas kentang pun meningkat seiring dengan perubahan pola konsumsi yang terjadi. Namun, faktanya ketersediaan kentang belum memenuhi permintaan pasar, sehingga Indonesia dalam beberapa tahun terakhir masih mengimpor komoditas satu ini.

Kabar gembiranya, pemerintah Indonesia terus berupaya menaruh perhatian pada produksi produk holtikultura ini. Dan kalau kita mau melek, peluang kentang untuk menjadi komoditas menguntungkan di Indonesia sangatlah besar. Hal ini juga tidak menutup kemungkinan akan munculnya teknologi untuk pertanian kentang modern.

Indonesia adalah Negara terbesar kedua produksi kentang setelah China di Asia Tenggara.

pexels.com

Menurut data di FAO, Indonesia pada hari ini adalah Negara terbesar kedua produksi kentang setelah China di Asia Tenggara, serta meningkat dengan sangat signifikan setiap tahunnya. Meskipun begitu, produksi ini masih tergolong rendah dari Negara lainnya, khususnya dibandingkan dengan Eropa. Tetapi Indonesia sudah membuktikan diri dalam peningkatan produktivitas kentang tiap tahunnya. Apalagi penelitian soal kentang ini telah jadi prioritas utama rencana startegis penelitian oleh Balitbang Indonesia, terkait holtikultura dalam 30 tahun terakhir.

Sebagai buah keberhasilan peningkatan produksi kentang di Indonesia, baru-baru ini, Menteri Andi Arman telah melepas 5 ton kentang untuk di ekspor ke Singapura pada Maret 2019 lalu. Perkembangan pesat pertanian kentang di Indonesia ini tidak akan menutup kemungkinan di tahun-tahun yang akan datang, Indonesia akan lepas dari impor kentang dan berjaya dengan kentangnya sendiri.  

Peluang Pasar Meningkat Seiring Urbanisasi

pexels.com

Meningkatnya produksi kentang di Indonesia ini juga seiring dengan permintaan produk kentang yang juga terus meningkat. Hal ini tentu tidak luput dari pertumbuhan penduduk Indonesia, dan maraknya urbanisasi yang menyebabkan konsumsi rumah tangga juga meningkat. Tidak hanya di Indonesia, urbanisasi seperti ini terjadi di Negara berkembang lainnya.

Gaya hidup perkotaan juga menjadikan kentang sekarang bukanlah hal asing sebagai makanan pokok. Sebagai camilan, keripik kentang juga merupakan peluang bisnis yang menjanjikan. Didukung dengan pola budaya makanan cepat saji, kentang goreng menjadi makanan yang mendunia di masa sekarang. Dengan demikian, tidak mengherankan jika pasar untuk kentang terus terbuka lebar.

Peluang Pertanian Kentang untuk Mengentaskan Kemiskinan

pexels.com

Kentang merupakan komoditas yang sulit dan mahal sebenarnya untuk dibawa jarak jauh. Itulah sebabnya, di pasar Internasional biasanya kentang diperdagangkan hanya di lintas batas antara Negara tetangga. Di Indonesia sendiri, kita dapat mengekspornya ke beberapa Negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Jadi, meski kita kalah jauh dari Negara eropa dalam produktivitas kentang, peluang Indonesia memperdagangkan ke Negara tetangganya tentu lebih besar.

Dalam memenuhi kebutuhan di Indonesia sendiri, pertanian kentang juga bisa menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan. Indonesia masih bergantung dengan demografinya dan profesi sebagai petani. Maka, pertanian kentang juga tidak menutup kemungkinan dalam mengentaskan kemiskinan para petani. Selain itu, pasar yang sudah luas serta tidak mudahnya kentang untuk rusak bisa menjadi keuntungan besar bagi para petani.

Sebaran Pertanian Kentang di Indonesia

pexels.com

Pertanian pertama kentang di Indonesia adalah di Cibodas, Lembang, Panggelangan dan Tengger. Setelah itu, pertanian menyebar ke wilayah Sumatra di dataran tinggi kerinci. Komoditas kentang memang pada dasarnya dibudidayakan di daerah pegunungan, yaitu wilayah dataran tinggi karena memerlukan suhu iklim yang dingin. Di pulau Jawa, kentang dapat dibudidayakan di daerah Dieng, Magetan, Bogor, Bandung, Purbalingga, dan Magelang. Masalah yang sering muncul pada pertanian kentang di Indonesia adalah sulitnya mencari bibit unggul varietas kentang. Hal ini menyebabkan kentang juga sering kena penyakit dan hama. Namun, dengan dukungan pemerintah yang menjadikan kentang sebagai rencana startegis penelitian, pertanian kentang di Indonesia tentu akan menemukan solusinya.