Paprika adalah komoditas hortikultura yang berasal dari Amerika Latin yang termasuk ke dalam famili Solanaceae. Paprika adalah tanaman semusim yang dapat tumbuh di dataran tinggi pada ketinggian 700 hingga 1500 m dpl.  

Curah hujan yang sesuai untuk budidaya tanaman paprika yaitu sekitar 250 mm/bulan. Jika curah hujan terlalu tinggi dapat menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit akibat bakteri maupun cendawan. Selain itu juga dapat mengakibatkan terhambatnya pembuahan karena serbuk sari tidak berfungsi. Di Indonesia, tanaman paprika banyak diusahakan di daerah seperti Lembang, Cipanas, Dieng, Berastagi, Bandung, dan Purwokerto.

freepik.com

Paprika dapat dibedakan menjadi empat jenis berdasarkan perbedaan warna antara lain paprika hijau, kuning, oranye, dan merah. Paprika hijau adalah paprika yang dipetik sebelum benar-benar matang. Jika paprika hijau tersebut ditunggu lebih matang sebelum dipetik, maka warna paprika akan menjadi kuning, lalu berubah oranye, dan menjadi warna merah ketika sudah benar-benar matang.

Perbedaan warna tersebut berdampak terhadap rasa dan kadar nutrisi di dalamnya. Paprika hijau memiliki rasa yang lebih pahit dan pedas dibandingkan paprika kuning, oranye dan merah. Selain itu vitamin yang terkandung juga lebih sedikit. Sedangkan paprika merah merupakan paprika yang memiliki rasa paling manis dengan kandungan vitamin yang paling banyak. Gizi yang terkandung pada paprika antara lain karbohidrat, protein, lemak, vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan mineral seperti Fe, P, K, dan Ca.

Selain mempengaruhi rasa dan kandungan gizi, perbedaan warna pada paprika juga mempengaruhi harganya. Setiap warna memiliki harga yang berbeda-beda. Berdasarkan pemberitaan dari Jawa Pos, paprika kuning di daerah Cianjur, Jawa Barat mencapai Rp 41.000 per kg. Sedangkan paprika merah sekitar Rp 38.000 dan paprika hijau sekitar Rp 27.000 per kg. Harga jual paprika memang terbilang cukup tinggi.

pixabay.com

Besarnya Peluang Usaha Paprika

Paprika adalah salah satu komoditas hortikultura yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan. Hal tersebut dikarenakan tingginya nilai ekonomi dan tingkat permintaan komoditas paprika. Konsumen dalam negeri paprika adalah masyarakat kalangan menengah ke atas dan penduduk asing yang menetap di Indonesia. Sehingga pasar yang meminta komoditas paprika banyaknya berasal dari hotel, restoran, swalayan, dan catering. Tingginya tingkat permintaan paprika terjadi bukan hanya di pasar lokal, namun juga di pasar ekspor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), cabai dan paprika Indonesia tahun 2018 sudah diekspor ke berbagai negara seperti Jepang, Vietnam, Malaysia, Taiwan, Singapur, Australia, Timur Tengah (Saudi Arabia ,Oman, UEA, Qatar, Kuwait), Perancis, dan Belanda. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, melakukan pelepasan ekspor cabai dan paprika ke Singapura sebanyak 84 ton asal Bandung Barat secara simbolis pada bulan Maret lalu. Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi menyatakan bahwa permintaan ekspor terhadap paprika Indonesia sangatlah tinggi.  Terakhir ekspor paprika Indonesia mencapai 7.900 ton per tahun.

pixabay.com

Melalui pemberitaan dari Jawa Pos, Suwandi juga mengatakan bahwa budidaya paprika memang sangat menguntungkan. Hal tersebut dikarenakan pasar paprika yang terbilang aman dan harga jual tinggi dengan biaya produksi yang sangat murah hanya sekitar Rp 13.000 per pohon. Hasilnya pun bisa mencapai 2-4 kg per pohon.

Oleh sebab itu tingkat permintaan dan nilai ekonomi komoditas paprika yang tinggi adalah peluang usaha paprika yang masih terbuka lebar untuk Anda. Dengan ikut serta berinvestasi di Tanijoy, Anda dapat meraih peluang emas tersebut!