Cabai adalah salah satu komoditas hortikultura terpenting bagi para petani dan setiap rumah tangga di Indonesia. Komoditas hortikultura satu ini memiliki pangsa pasar yang signifikan dan diolah untuk berbagai produk pangan. Harga cabai bervariasi di setiap daerah tergantung pada musim panennya.

Tren Konsumsi Cabai Rawit Nasional Selalu Positif

Indonesia adalah surganya sambal dan masakan pedas. Hampir setiap daerah memiliki sambal khasnya masing-masing seperti sambal matah di Bali, sambal terasi di Jawa, atau sambal balado di Minangkabau. Oleh karena itu, konsumsi cabai sangatlah tinggi. Berdasarkan data BPS (2017) selama kurun waktu 2006–2016 tren konsumsi cabai selalu mengalami kenaikan. Seperti tren yang terjadi pada konsumsi cabai rawit, salah satu jenis cabai paling favorit di Indonesia di atas.

Konsumsi cabai rawit per kapita di tahun 2015 sebesar 2.66 kilogram per kapita di daerah perkotaan, 3.29 kilogram per kapita di pedesaan, dan rata-rata masyarakat Indonesia mengkonsumsi 2.97 kilogram cabai rawit selama satu tahun. Konsumsi cabai tertinggi terjadi pada hari-hari besar keagamaan seperti bulan Ramadhan, Idulfitri, dan tahun baru.

Konsumsi Cabai Rawit Turut Berkontribusi pada Tingkat Inflasi

Sebanyak 70% total pasokan cabai rawit nasional dikonsumsi dalam keadaan segar sedangkan 30% sisanya untuk kebutuhan industri seperti cabai bubuk, saos sambal, dan cabai kering. Penjualan cabai rawit secara nasional juga masih berpusat di DKI Jakarta. Lebih dari 70% pasokan cabai dijual di Ibukota. Cabai rawit yang dijual di Ibukota umumnya berasal dari sentra produksi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

Harga cabai rawit sepanjang tahun terbilang sangat fluktuatif. Kondisi ini seperti tradisi tahunan. Di tahun 2017 lalu harga cabai rawit sempat berada di kisaran Rp150.000 — Rp200.000 di tingkat retail. Harga tersebut jauh di bawah harga yang dianjurkan oleh Kementerian Perdagangan yaitu Rp29.000. Menurut Info Pangan Jakarta, harga rata-rata cabai rawit di Jakarta per Oktober 2018 mencapai Rp 34.233 per kilogram. Bulan Juli lalu cabai rawit berada di level tertinggi yaitu Rp 80.000 per kilogram.

Saatnya Investasi di Komoditas Cabai Rawit

Permintaan cabai rawit yang tinggi menumbuhkan daerah-daerah baru sentra cabai. Pemerintah lewat Kementerian Pertanian saat ini tengah mengembangkan kawasan sentra cabai baru di Jawa Tengah. Tepatnya di Kabupaten Banjarnegara. Ada beberapa kawasan potensial untuk penanaman cabai rawit di Kabupaten Banjarnegara salah satunya adalah Desa Pejawaran, Kecamatan Pejawaran.

Saat ini Tanijoy tengah mengembangkan proyek budidaya cabai rawit di Desa Pejawaran. Kami bekerjasama dengan Kelompok Tani setempat yang telah berpengalaman dalam melakukan budidaya cabai rawit. Luas lahan yang kami garap bersama adalah 1 hektar. Nantinya hasil panen cabai rawit tersebut akan disuplai ke Jakarta.

Melalui pendampingan oleh field manager dan investasi dari anda, kami yakin bahwa produktivitas cabai Petani Mitra di Pejawaran akan tinggi. Maka
investasi sekarang juga untuk mendapatkan pedasnya keuntungan cabai
rawit. Klik tautan “ini” untuk mempelajari prospektus investasinya sekarang juga!


*Artikel ini juga dipublikasikan di Medium Tanijoy