Kubis atau kol merupakan sayuran yang masuk kelompok tanaman cole crops (batang). Tanaman kubis berasal dari Eropa Barat dan merupakan jenis tanaman cole pertama disamping kale yang berhasil didomestifikasi sekitar 2.000 tahun lalu. Awal persebaran kubis hingga ke Nusantara sendiri berawal dari kedatangan orang Eropa. Menurut serat centhini terbitan 1816, orang Eropa datang ke Nusantara sambil membawa sayuran seperti peterseli, kentang, nanas, kubis, dan lain sebagainya.

Sayur kol atau kubis kemudian menjadi bagian penting dalam kuliner masyarakat Indonesia. Pemanfaatannya mulai dari konsumsi rumah tangga hingga industri kuliner. Kubis populer dijadikan lalapan, sup, capcay, dan bakwan. Sayur ini digemari karena memiliki kandungan air yang tinggi, dan rasa yang sedikit manis.

Menurut Profil Komoditas Kubis yang dikeluarkan oleh Kementan tahun 2004, kubis yang umum ditanam di Indonesia ada dua jenis yaitu:

  1. Jenis semusim  (annual type). Tipe kubis yang dapat tumbuh, berkrop, berbunga dan berbiji di daerah tropis pada umumnya dan Indonesia pada khususnya, tanpa memerlukan periode pendinginan terlebih dahulu.
  2. Jenis dwi musim (biennal type). Tipe kubis yang dapat tumbuh di daerah tropis namun tidak dapat berbunga secara alami karena tidak adanya musim dingin panjang untuk merangsang pembungaannya.

Dari kedua jenis kubis ini, kubis jenis dwi musim lebih disukai konsumen. Alasannya karena kubis dwi musim memiliki krop keras/padat, tidak rapuk, dan tidak renyah seperti kubis semusim.

Kubis Termasuk dalam Komoditas Hortikultura Kompetitif

Kubis merupakan salah satu tanaman hortukultura yang memiliki keunggulan kompetitif. Indonesia pernah menduduki peringkat ke-8 di jajaran produsen komoditas kubis dunia pada tahun 2001 dan 2005. Menurut data BPS tahun 2017, kubis termasuk ke dalam lima komoditas sayuran semusim dengan produksi terbesar.

Produksi kubis tahun 2018 di Indonesia mencapai 1,407.932 ton. Provinsi Jawa Tengah menempati posisi pertama sebagai produsen kubis terbesar dengan persentasi 22%. Posisi ke-2 hingga ke-5 diduduki oleh Jawa Barat sebesar 20%, Jawa Timur 15%, Sumatera Utara 12%, dan Sumatera Barat 8%.

Produksi kubis nasional cenderung terus menurun selama kurun waktu tiga tahun terakhir. Meskipun produksi menurun, kubis Indonesia selalu mengalami surplus. Berdasarkan data BPS, rata-rata ekspor kubis dari 2013-2017 mencapai 4.500 ton per tahun.

Pada tahun 2017 dan 2018 volume ekspor kubis mengalami penurunan. Tahun 2017 volume ekspor tercatat 18.459 ton dengan nilai 55,379 milyar rupiah dan di tahun 2018 sebesar 15.228 ton dengan nilai 45,906 milyar rupiah. Meskipun begitu, kubis masih menjadi komoditas sayuran yang paling banyak diekspor dibanding jenis sayuran lain.

Kubis menjadi salah satu komoditas unggulan dengan permintaan ekspor yang selalu tinggi. Terutama kubis Berastagi hasil budidaya petani Kabupaten Karo. Kubis Berastagi sangat digemari di Singapura dan Malaysia. Selain kedua negara tersebut; kubis Berastagi diekspor ke Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan.

Kubis memang menjadi komoditas ekspor unggulan, namun harga di tingkat petani dinilai rendah. Pada kuartal pertama tahun ini, harga kubis di tingkat Petani Karo rata-rata 500 rupiah per kilogram. Sementara itu di Tawangmangu, Jawa Tengah, harga kubis rata-rata 1.000 rupiah per kilogram.

Sebetulnya harga yang rendah akan tetap bisa menghasilkan keuntungan bila produktivitas panen tinggi. Tapi produktivitas panen kubis menurut data BPS tahun 2016-2017 menunjukkan pertumbuhan yang negatif yaitu -24.51%. Pertumbuhan produktivitas di sentra kubis seperti Sumatera Utara -3,21%, Jawa Tengah -4.66%, dan Sumatera Barat -0.49%. Sementara di tiga provinsi tersebut mengalami penurunan, Jawa Barat tumbuh 2% dan Jawa Timur 19.10%.

Selanjutnya yang tertinggal adalah penyelesaian pekerjaan rumah ini. Bagaimana petani dapat meningkatkan produktivitas panen yang ada? Di Tanijoy, kami mendampingi Petani Kubis mulai dari teknis budidaya hingga pasca panen. Harapannya adalah peningkatan produktivitas dan harga yang lebih adil bagi semua. Ingin berpartisipasi dalam misi kami? Klik tanijoy.id sekarang juga!