Kuliner Indonesia dikenal dengan cita rasa pedasnya. Menurut riset UGM, ada total 322 macam sambal dari seluruh Nusantara yang 257 diantaranya merupakan sambal hidangan. Dari berbagai macam sambal, 119-nya adalah sambal mentah dan 138 sisanya masuk sambal masak. Sejarawan UGM, Fadly Rahman, menyatakan bahwa pedas bukan sekedar rasa namun dapat direfleksikan secara historis sebagai unsur pusaka dalam pembentukan cita rasa kuliner Indonesia.

Cabai adalah bahan baku utama sambal sebagai ikon kuliner pedas indonesia. Ada tiga jenis cabai yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia yaitu cabai rawit, cabai hijau, dan cabai keriting. Dari ketiga jenis ini, cabai keriting lah yang jadi favorit masyarakat Indonesia. Sebagai komoditas favorit, cabai keriting sering menjadi pemicu inflasi nasional.

Harga cabai keriting terbilang sangat volatil di pasaran. Seperti halnya komoditas lain, harga cabai ditentukan oleh jumlah pasokan/suplai dan jumlah permintaan/
kebutuhan. Harga naik pada saat pasokan cabai tak memenuhi permintaan pasar. Pun sebaliknya, harga cabai bisa anjlok karena pasokan melebihi permintaan. Menurut Kemendag, kebutuhan atau permintaan cabai keriting sendiri umumnya meningkat hingga 10-20% pada perayaan hari raya atau hari besar keagamaan.

Berdasarkan data dari Kemendag di atas, harga cabai keriting dari tahun 2014 hingga 2016 cenderung mengalami peningkatan kecuali di triwulan ke IV tahun 2014.  Pola pergerakan per triwulan juga menunjukkan tren kenaikan yang dimulai di triwulan ke II. Harga cabai keriting pada kurun waktu 2014-2015 pernah mengalami titik tertunggi di tahun 2015 triwulan IV. Kenaikan ini dipicu oleh permintaan cabai di bulan Ramadhan yang menyebabkan lonjakan harga hingga 22,22%.

Volatilitas harga cabai yang sangat tinggi nyatanya berpengaruh pada efektivitas kebijakan stabilisasi harga komoditas pertanian. Karena apa? Cabai masuk ke dalam salah satu kebutuhan pokok yang masuk ke dalam Perpres No. 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Harga Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Oleh karenanya, pemerintah wajib berupaya untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harganya.


Sumber:

  • Rizki dan Idha. Analisis Volatilitas Harga Cabai Keriting di Indonesia dengan Pendekatan ARCH GARCH. Jurnal Agro Ekonomi, Vol. 36 No. 1, Mei 2018:1-13
  • Profil Komoditas Cabai Kemendag 2016
  • Ismunarto, Totok. ¬®Peneliti UGM Kumpulkan Ragam Sambal dari Seluruh Indonesia¬® tp.ugm.ac.id/. Diakses pada 28 Januari 2019