Ingin memiliki penghasilan tambahan tapi tak punya waktu untuk memulai bisnis sendiri? Nah, mulai sekarang cobalah berinvestasi. Tapi jangan khawatir, bagi Anda yang masih awam dalam dunia investasi, simaklah tips berikut ini!

Setiap orang memiliki target. Salah satunya adalah target untuk mencapai tujuan finansial yang sudah direncanakan. Tujuan finansial akan jadi angan-angan tanpa melakukan investasi. Dengan berinvestasi artinya Anda akan membeli atau menanam sebagian uang secara kontinyu ke dalam instrumen keuangan, dengan harapan mendapat keuntungan di masa depan.

Lakukan Sejak Dini

Sumber: Brad Neathery (Unsplash)

Pada dasarnya melakukan investasi bisa diibaratkan seperti menanam pohon. Ketika dirawat dengan baik secara konsisten, semakin lama ia akan memberikan keuntungan yang melimpah. Maka dari itu, lakukanlah investasi mulai dari sekarang, agar kelak Anda merasa beruntung karena telah berinvestasi sejak dini.

Namun, sebelum memutuskan untuk melakukan investasi, pastikan kondisi keuangan Anda sudah cukup stabil. Di mana Anda tidak memiliki hutang dengan nominal yang besar serta sudah tersedia dana cadangan yang cukup, minimal 6 bulan dari kebutuhan bulanan Anda.

Hal itu penting untuk Anda perhatikan, karena dalam dunia investasi pergerakan dan perubahan nilainya cukup sulit diprediksi. Sedangkan supaya bisa mulai menikmati hasil dari investasi tersebut dibutuhkan waktu yang tergolong lama.

Sabar dan Konsisten

Sumber: Chau Cedric (Unsplash)

Karena tujuan awal dari investasi ialah menanam uang secara kontinyu dengan tujuan mendapat hak milik suatu aset dalam jumlah besar, maka sabar dan konsisten adalah kunci. Sisihkan pendapatan bulanan Anda mulai dari 5-30% untuk dialokasikan sebagai dana investasi.

Sebagai pemula, pilihlah investasi jangka panjang. Selain jauh lebih menguntungkan dibandingkan investasi jangka pendek, dengan terus menambah jumlah aset, maka pendapatan yang Anda terima baik melalui pembagian keuntungan dari dividen, bagi hasil, maupun capital gain tentu akan semakin besar.

Gali Informasi Sebanyak Mungkin

Sumber: Adeolu Eletu (Unsplash)

Di dalam dunia investasi tidak bisa terlepas dari adanya resiko kerugian. Baik itu berupa berkurangnya nilai atau harga dari aset yang sudah Anda beli, hingga kerugian berupa kehilangan modal awal.

Namun, Anda bisa menekan resiko kerugian tersebut dengan banyak menggali informasi seputar prospek pasar dari instrumen investasi yang akan dipilih. Baik itu melalui kanal berita ekonomi dan bisnis, atau bisa juga melakukan analisis fundamental dan kondisi keuangan dari masing-masing perusahaan yang akan dipilih.

Pilihlah Produk Investasi yang Sesuai Budget

Sumber: Sharon McCutcheon (Unsplash)

Banyak sekali pilihan produk investasi yang tersedia. Mulai dari properti, emas, saham, obligasi, reksadana bahkan pertanian. Dari yang jangka pendek hingga jangka panjang. Dari yang berisiko rendah, moderat, hingga agresif. Setiap instrumen memiliki nilai plus dan minusnya masing-masing.

Sebelum memutuskan produk mana yang dipilih, pastikan Anda mempelajarinya terlebih dahulu. Mulai dari sistemnya, cara kerja, dan industrinya. Misalnya Anda ingin berinvestasi  di Tanijoy. Anda bisa mempelajari industri pertanian dan cara kerjanya terlebih dulu.

Lakukan Diversifikasi

Sumber: William- Iven (Unsplash)

Salah satu teknik manajemen resiko dalam berinvestasi ialah melakukan diversifikasi portofolio. Yaitu berinvestasi di banyak produk. Diversifikasi bisa dikatakan sebagai tindakan pencegahan bila di masa yang akan datang terjadi penurunan nilai bahkan kerugian pada portofolio investasi Anda.

Sebagai contoh, ketika Anda membeli saham di bursa, Anda harus siap dengan keadaan pasar yang tak menentu, kondisi makro ekonomi yang bergejolak, sampai isu kesehatan keuangan perusahaan yang sahamnya Anda beli. Dibanding menyertakan semua dana di saham, tentu lebih bijak jika dibagi ke beberapa produk. Misalnya berinvestasi ke produk peer to peer lending seperti Tanijoy, maka risiko Anda jadi lebih terkontrol.

Semakin banyak portfolio produk investasi yang dipilih, kemungkinan untuk mencapai target finansial yang Anda impikan juga semakin besar. Dengan manajemen resiko yang baik sekaligus pengetahuan yang cukup, maka uang Anda bisa terus tumbuh dengan sendirinya.