Ingin menikmati sayuran sehat dari hasil berkebun sendiri? Nah, Anda patut untuk mencoba menanam sayur kubis di pekarangan rumah. Selain mudah, menanam kubis tidak diperlukan kemampuan khusus. Yang menarik adalah, Anda bisa memanen hasilnya hanya dalam waktu 2 bulan.

Tanaman kubis merupakan sayuran daun yang membentuk krop dari family Brassicaceae. Golongan tanamanan ini meliputi sawi, brokoli, kembang kol dan lobak. Maka dari itu, supaya ketika menanam kubis bisa dihasilkan pertumbuhan yang optimal, usahakan untuk tidak menanam kubis di lahan bekas tanaman Brassicaceae lebih dari dua kali.

Pertumbuhan tanaman kubis sendiri tergolong cepat dengan sistem perakaran serabut. Di mana, ia menjadi salah satu jenis komoditas tanaman sayuran yang banyak membutuhkan asupan nitrogen dan phospor.

Lalu, bagaimana caranya supaya tanaman kubis bisa tumbuh subur di pekarangan rumah? Untuk lebih lengkapnya, simak pemaparan berikut ini:

Pembibitan

Seeds of Change
Photo by Joshua Lanzarini / Unsplash

Dalam menanam kubis di pekarangan sangat disarankan untuk menyiapkan bibit terlebih dahulu, yakni menanam biji kubis dengan menggunakan tray plastik yang diletakkan di tempat teduh. Media tanam yang digunakan untuk pembibitan kubis yakni campuran dari tanah sawah, pupuk kandang dan sabut kelapa atau cocopeat. Campuran ini akan menghasilkan media tanam yang memiliki porositas serta daya menyimpan air yang tinggi, sekaligus ketersediaan unsur haranya juga mencukupi.

Anda perlu melakukan tahapan pembibitan ini karena ukuran benih atau biji kubis sangat kecil dan rentan mati di minggu pertama pertumbuhannya. Sehingga dengan melakukan pembibitan selama 2-3 minggu, maka daya tumbuh bibit lebih besar dibandingkan dengan penanaman biji secara langsung di lahan pekarangan.

Pengolahan Tanah

Sistem perakaran kubis yang serabut memerlukan kondisi tanah yang gembur dan lembab. Bagi Anda yang berencana menanam kubis di lahan pekarangan, maka pertama-tama olahlah tanah tersebut. Dengan menggunakan cangkul atau sekop kebun, baliklah tanah dengan kedalaman 30 cm. Kemudian cacah bongkahan tanah yang berukuran besar hingga didapatkan tekstur yang halus dan gembur.

Kemudian tambahkan pupuk kandang kotoran kambing sebanyak 2-5 kg serta sekam bakar sebanyak 1 kg untuk setiap 1 meter persegi tanah. Campur pupuk dan sekam bakar tersebut dengan tanah hingga merata.

Sedangkan untuk penanaman menggunakan polibag, pilihlah polibag yang memiliki diameter 35-40 cm. Kemudian isi polibag tersebut dengan media tanam berupa campuran tanah sawah, pupuk kandang kotoran kambing, dan sekam bakar atau cocopeat dengan perbandingan 1:2:1.

Pindah Tanam

Photo by Jens Johnsson / Unsplash

Meskipun menanam kubis tergolong mudah, namun tanaman ini juga disukai oleh hama seperti ulat daun. Nah, bagi Anda yang menginginkan kubis organik, maka sangat disarankan untuk menanam bunga refugia dan tanaman pendamping.

Jenis bunga refugia yang bisa menangkal serangan ulat kubis di antaranya bunga kertas, kenikir dan aster. Semakin banyak bunga refugia yang Anda tanam, maka kemungkinan serangan ulat juga semakin sedikit.

Sedangkan jenis tanaman pendamping yang cocok ditanam bersama tanaman kubis antara lain daun bawang, daun mint, kenikir dan mentimun. Sama seperti halnya bunga refugia, manfaat tanaman pendaping tersebut adalah mencegah serangan hama dengan cara mengeluarkan aroma yang menyengat, di samping itu tanaman teraebut dapat mengundang serangga predator dan parasitoid.

Waktu pindah tanam bibit kubis yang paling baik adalah di pagi hari sebelum jam 10. Lepaskan bibit dari seedtray kemudian buat lubang di pekarangan seukuran bibit kubis. Supaya ukuran krop kubis bisa besar, aturlah jarak tanam antar bibit setidaknya 50 X 50 cm.

Perawatan dan Pemupukan Susulan

Vegetal
Photo by Arnaldo Aldana / Unsplash

Untuk menjaga kelembaban tanah, lakukan penyiraman setiap satu hari sekali. Pastikan tanah pekarangan tempatnya tumbuh tidak mengalami kekeringan. Anda juga bisa menutup permukaan tanah pekarangan menggunakan jerami padi. Fungsi jerami padi nantinya menghambat proses penguapan air di permukaan tanah, sehingga kelembaban bedengan dapat terjaga.

Berikan pupuk susulan setelah tanaman berumur 3 minggu setelah tanam. Anda bisa menggunakan pupuk kimia seperti NPK Mutiara atau pupuk organik granul. Bahan tersebut bisa dengan mudah Anda dapatkan di toko pertanian atau secara online. Dosis untuk tiap tanaman yang direkomendasikan yakni sebanyak 1 sendok teh atau 10 gram.

Panen

Made with Canon 5d Mark III and loved analog lens, Leica Summilux-R 1.4 / 50mm (Year: 1983)
Photo by Markus Spiske / Unsplash

Setidaknya krop tanaman kubis akan mulai mengeras setelah umur tanaman mencapai 60 hari. Dengan menggunakan gunting pangkas atau pisau, potonglah kubis dari pangkal batang dekat dengan tanah. Kemudian buanglah daun yang tua dan rusak hingga didapatkan krop yang bersih dan utuh.

Bobot rata-rata tiap krop kubis sendiri mencapai 1,5 sampai 2 kg. Anda dapat menyimpannya selama 2 bulan di dalam kulkas dengan suhu 4-7°C. Sebelum dikonsumsi atau dimasak, jangan lupa untuk selalu mencucinya terlebih dahulu menggunakan air bersih yang mengalir.